banner 728x90
News

Bawang dan Cabai Meroket, Gubernur Jatim Minta Kepala Daerah Turun ke Pasar

×

Bawang dan Cabai Meroket, Gubernur Jatim Minta Kepala Daerah Turun ke Pasar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi pasar./ Foto: Istimewa

MALANG,- Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus diperkuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh kepala daerah lebih aktif memantau langsung kondisi harga di pasar.

Permintaan tersebut disampaikan Khofifah usai meninjau harga bahan pangan di Pasar Klojen, Kota Malang. Ia menegaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri dalam rapat rutin pengendalian inflasi.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

“Mendagri mengajak seluruh kabupaten, kota, maupun provinsi untuk proaktif mengecek harga sembako di lapangan setiap minggu,” ujar Khofifah, dikutip dari AntaraJatim Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, pemantauan yang dilakukan secara berkala akan mempercepat respons pemerintah jika terjadi lonjakan harga. Dengan begitu, intervensi dapat dilakukan lebih tepat dan efektif.

Selain pemantauan, Khofifah juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama antar daerah (KAD), terutama dengan wilayah sentra produksi pangan. Sinergi ini dinilai mampu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan gejolak harga.

“Kami saling mengecek bersama-sama agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan sembako tetap terjangkau,” katanya.

Dari hasil peninjauan di Pasar Klojen, ditemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas. Bawang merah misalnya, naik dari kisaran Rp35–45 ribu menjadi Rp55–60 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit juga mengalami variasi. Di Pasar Klojen, harga mencapai Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram, sedangkan di pasar lain di wilayah Malang berada di kisaran Rp80 ribu.

“Perbedaan harga ini menunjukkan pentingnya kerja sama antar daerah untuk menekan disparitas,” jelasnya.

Khofifah juga meminta percepatan distribusi beras SPHP yang saat ini kosong di Pasar Klojen. Ia memastikan stok beras di Jawa Timur dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami punya stok beras medium SPHP sekitar 3,2 juta ton. Ini siap didistribusikan melalui Bulog untuk menjaga stabilitas harga,” pungkasnya.***