banner 728x90
News

Heboh Ledakan di MAN 3 Padang, Siswa 17 Tahun Diamankan Polisi

×

Heboh Ledakan di MAN 3 Padang, Siswa 17 Tahun Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini
Tim Densus 88 Antiteror Polri bersama Polda Sumatra Barat menyelidiki ledakan di MAN 3 Padang./ Foto: Istimewa

PADANG,- Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Polda Sumatra Barat terus menyelidiki ledakan yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa benda mencurigakan tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya,” ujar Kombes Pol. Mayndra dalam keterangan resminya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aparat kemudian mengamankan seorang pelajar berinisial R (17) yang diduga sebagai pemilik barang-barang tersebut. Saat ini, pelajar tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Kombes Pol. Mayndra mengungkapkan, dari keterangan awal, terduga pelaku mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring. Ia juga disebut terinspirasi dari peristiwa bom yang terjadi di salah satu sekolah di Jakarta pada tahun 2025.

“Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman. Motif tersebut juga masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Situasi di lokasi juga telah dinyatakan aman setelah dilakukan sterilisasi oleh petugas.

Lebih lanjut, Kombes Pol. Mayndra menyampaikan bahwa perangkat tersebut diduga dirakit secara mandiri oleh pelaku di rumahnya tanpa sepengetahuan orang tua. Bahan-bahan yang digunakan disebut diperoleh secara daring.

“Terduga juga mengaku bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Namun seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi oleh penyidik,” tegasnya.

Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Polisi juga terus melakukan pendalaman guna memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.***