SURABAYA,- Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencatat prestasi di bidang komunikasi publik. Kali ini, penghargaan diraih dalam ajang The 5th Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026.
Penghargaan tersebut diberikan oleh PR Indonesia pada kategori Pemerintah Provinsi. Acara berlangsung di Ambhara Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026).
Pemprov Jatim dinobatkan sebagai Institusi dengan Kinerja Komunikasi DEI & ESG di Media Sosial. Pengakuan ini menjadi bukti kuatnya strategi komunikasi yang dibangun pemerintah daerah.
Founder dan CEO PR Indonesia Group, Asmono Wikan, menegaskan pentingnya komunikasi dalam organisasi. Menurutnya, komunikasi harus mampu menghubungkan nilai dengan tindakan nyata.
“Komunikasi harus menjadi penghubung antara nilai yang diyakini organisasi dengan tindakan nyata yang dilakukan. Ia membangun pemahaman, menggerakkan partisipasi, memperkuat kepercayaan, sekaligus memastikan bahwa setiap inisiatif DEI dan ESG dapat dipahami, dijalankan, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Asmono juga menilai penyelenggaraan IDEAS yang memasuki tahun kelima menunjukkan tren positif. Semakin banyak organisasi mulai serius menggarap komunikasi keberlanjutan.
Ia menyebut prinsip inklusivitas, keberlanjutan, dan tata kelola kini bukan lagi pelengkap. Ketiganya telah menjadi bagian dari strategi utama organisasi.
Dalam proses penjurian, sejumlah indikator menjadi penilaian utama. Mulai dari strategi komunikasi, pemetaan pemangku kepentingan, hingga kreativitas program.
Kemampuan mengukur dampak juga menjadi poin penting. Menurut Asmono, komunikasi harus mampu menciptakan perubahan yang nyata.
“Pada akhirnya, komunikasi yang baik adalah komunikasi yang mampu menciptakan perubahan dan memberikan manfaat yang terukur,” tegasnya.
Dalam ajang IDEAS 2026, sebanyak 48 pemenang ditetapkan dari 26 institusi. Selain itu, 28 institusi juga menerima penghargaan non-trofi.
Ajang ini menegaskan semakin pentingnya komunikasi dalam mendorong praktik DEI dan ESG. Sekaligus memperkuat peran media sosial sebagai sarana utama penyampaian pesan publik.













