JAKARTA,- Pemerintah mulai membuka wacana pengganti gas LPG 3Kg. Produk tersebut dinamakan CNG Merah Putih. Program ini tengah disiapkan oleh Kementerian ESDM.
Sosialisasi awal sudah dilakukan ke pelaku usaha energi. CNG Merah Putih memiliki kapasitas 3,8 meter kubik. Volume ini disebut setara dengan LPG 3 kg yang selama ini digunakan masyarakat.
Tabungnya dilengkapi casing serta valve penurun tekanan otomatis. Komponen tabung dan casing diproduksi di Tiongkok, sedangkan valve berasal dari Jerman.
Seluruh bagian kemudian dirakit di Tiongkok sebelum didistribusikan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia disebut telah mempresentasikan produk ini.
Pemerintah menargetkan CNG menjadi pengganti bertahap LPG subsidi. Distribusi awal akan difokuskan di kota besar, khususnya Pulau Jawa.
Direktur Jenderal Migas ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan langkah ini penting untuk menekan beban negara. Terutama terkait impor dan subsidi energi.
“LPG selain harus disubsidi, kita juga harus impor. Jadi ada dua beban sekaligus yang ditanggung negara,” ujar Laode dalam diskusi energi, dikutip Jumat (3/6/2026).
Ia menegaskan, pemerintah kini menyusun peta jalan penggunaan CNG. Program ini menjadi bagian dari diversifikasi energi nasional.
“Ini sedang kita siapkan roadmap-nya. Termasuk kesiapan tabung dan distribusinya agar bisa berjalan seiring,” tambahnya.
Saat ini, Indonesia masih mengimpor lebih dari 80 persen kebutuhan LPG. Nilainya mencapai sekitar US$5 miliar per tahun.
Tak hanya itu, subsidi LPG 3 kg juga menyedot anggaran lebih dari Rp80 triliun. Kondisi ini dinilai membebani APBN.
Melalui program CNG Merah Putih, pemerintah berharap ketergantungan impor bisa ditekan. Sekaligus memperkuat ketahanan energi dalam negeri.***













