banner 728x90
Berita

Ribuan Warga Madura Bersatu di Yogyakarta, Brigade Komando Sakera Siap Kawal Perayaan HUT RI

×

Ribuan Warga Madura Bersatu di Yogyakarta, Brigade Komando Sakera Siap Kawal Perayaan HUT RI

Sebarkan artikel ini
Ribuan personel Brigade Komando Sakera Yogyakarta akan dikerahkan dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan./ Foto: Istimewa

YOGYAKARTA,- Lebih dari 2.500 personel Brigade Komando Sakera, barisan keamanan internal Keluarga Madura Yogyakarta (KMY), akan dikerahkan dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Senin (17/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Lokasinya berada di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Pengerahan ribuan personel ini menjadi salah satu agenda besar KMY dalam memperingati momentum kemerdekaan tahun ini. Kegiatan sekaligus menjadi ajang mempererat persaudaraan warga Madura di perantauan.

Ketua KMY RB. Jugil Adiningrat mengatakan, keterlibatan ribuan personel tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. Ia juga ingin menunjukkan kontribusi warga Madura dalam berbagai bidang.

“Kegiatan ini adalah wujud rasa syukur dan kecintaan kami sebagai bagian dari Indonesia,” ujar Jugil.

Menurutnya, anggota Brigade Komando Sakera berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari cendekiawan, advokat, mahasiswa hingga pelaku usaha tergabung di dalamnya.

Mereka juga bergerak di sektor ekonomi kerakyatan. Di antaranya pedagang toko kelontong, jasa potong rambut, usaha bongkaran besi, hingga pedagang sate Madura, bubur kacang hijau, bebek dan nasi goreng.

Jugil menegaskan, keberadaan Brigade Komando Sakera tidak hanya berkaitan dengan pengamanan internal. Para anggotanya juga aktif memberikan kontribusi sesuai profesi dan keahlian masing-masing.

“Ada yang mengajar di ruang-ruang kuliah, ada yang berdiri di ruang sidang membela hak-hak masyarakat sebagai advokat, ada pula yang aktif bersinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah,” katanya.

Di sisi lain, KMY turut menyoroti persoalan keamanan yang dihadapi warga Madura perantauan, khususnya para pelaku usaha. Brigade Komando Sakera disebut terus memperkuat konsolidasi internal sebagai jaring pengaman komunitas.

Brigade tersebut juga menyatakan kesiapsiagaan selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi konflik dan gangguan keamanan. Sinergi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah dinilai penting untuk menjaga ketertiban.

KMY berharap kolaborasi tersebut dapat membantu mencegah aksi premanisme, terutama yang menyasar pedagang kecil. Sistem keamanan lingkungan berbasis komunitas juga terus didorong.

“Brigade Komando Sakera hadir sebagai mitra, bukan ancaman. Mitra bagi aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban,” tegas Jugil.

Menurut KMY, momentum HUT ke-81 RI juga menjadi pengingat pentingnya kemerdekaan ekonomi. Masyarakat diharapkan tetap menjadi pelaku utama dalam kegiatan ekonomi demi terciptanya kemakmuran bersama.***