banner 728x90
Berita

Jawa Timur Hadir untuk NTT, Khofifah Kerahkan Tim hingga 100 Ton Bantuan

×

Jawa Timur Hadir untuk NTT, Khofifah Kerahkan Tim hingga 100 Ton Bantuan

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Provinsi Jawa Timur beri bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT)./ Foto: Istimewa

SURABAYA,- Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan tersebut dilakukan dengan mengirim personel, tenaga kesehatan, serta bantuan logistik.

Gubernur Khofifah menyampaikan, bencana tersebut menjadi duka bersama. Pemprov Jatim pun memastikan dukungan kemanusiaan segera diberikan kepada masyarakat terdampak.

“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, musibah tersebut merupakan duka bersama. Karena itu, bantuan harus diberikan secara cepat dan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, BPBD Jatim telah memberangkatkan tujuh personel advance ke wilayah terdampak pada Minggu, 16 Agustus 2026. Enam personel merupakan tim TRC/USAR yang akan bergabung dengan Basarnas dan unsur SAR lainnya.

Sementara satu personel Pusdalops PB ditugaskan untuk membantu pengumpulan dan sinkronisasi data kebencanaan di lapangan.

Tim tersebut juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat. Selain itu, mereka melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak.

Dukungan juga diperkuat dengan pengiriman tenaga kesehatan dari Jawa Timur. Salah satunya berasal dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Tim tersebut terdiri dari empat tenaga medis, yakni dokter spesialis orthopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat. Mereka juga membawa obat-obatan serta peralatan medis untuk mendukung penanganan korban.

“Selain pencarian dan pertolongan, layanan kesehatan bagi korban dan masyarakat di pengungsian juga menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, kita juga mengirim dukungan tim kesehatan,” kata Khofifah.

Selain personel, Pemprov Jatim menyiapkan bantuan logistik tahap awal sebanyak 8,4 ton. Bantuan tersebut memiliki nilai sekitar Rp985,8 juta dan merupakan hasil konsolidasi BPBD bersama sejumlah perangkat daerah.

Bantuan itu antara lain berupa kidsware, velbed, makanan siap saji, lauk pauk, makanan tambahan gizi, serta berbagai jenis biskuit.

Logistik tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin, 17 Agustus 2026 pagi menggunakan satu unit truk berkapasitas 8,4 ton.

Selanjutnya, bantuan dikirim melalui jalur laut menggunakan KM Dharma Rucitra 8 menuju Pelabuhan Soekarno, Ende, NTT. Setibanya di Ende, bantuan akan diserahkan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT.

Khofifah menyebut total bantuan dari Jawa Timur diperkirakan mencapai 100 ton. Setelah pengiriman tahap awal, bantuan berikutnya dijadwalkan berangkat pada 20 Agustus 2026 menuju Labuan Bajo.

“Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak bantuan yang kita kirimkan, tetapi bagaimana bantuan tersebut bisa segera sampai dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” ujarnya.

Pemprov Jatim juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov NTT. Dukungan akan disesuaikan dengan hasil asesmen tim di lapangan.

Khofifah menegaskan, bencana tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, solidaritas antardaerah harus diwujudkan melalui dukungan nyata.

“Duka NTT adalah duka kita bersama. Dari Jawa Timur kami mengirimkan doa, kepedulian dan dukungan terbaik. Semoga NTT dapat segera bangkit dan pulih dari bencana ini,” pungkasnya.***