BOLINGGODOTCO,- Setiap menjelang hari raya Idul Adha Tiba, jalan-jalan dipenuhi baner qurban. Gambar sapi dan kambing di pasang lengkap dengan patokan harga sesuai ukurannya.
Manusia punya bakat yang perlu diapresiasi. Momen seperti ini yang awalnya ibadah, perlahan menjadi desain promosi.
Namun dibalik semuanya itu, ada pertanyaan yang jarang dipikrkan. Apakah qurban hanya tentang hewan yang disembelih?
Jika dimaknai lebih dalam, Idul Adha bukan tentang penyembelihan qurban saja. Qurban adalah simbol keberanian manusia untuk rela berkorban.
Nabi Ibrahim tidak diuji tentang kemampuan membeli hewan, tetapi diuji tentang keikhlasannya. Ismail rela disembelih demi ketaatannya kepada Allah Swt.
Banyak hari ini berlomba-lomba mampu untuk berqurban. Namun belum mampu belum mampu menundukkan sifat buruknya.
Takbir bergema dimana-mana, tetapi rasa benci masih ada dalam diri. Di titik inilah makna qurban pelan-pelan mulai luntur. Sebab, ada ego yang harus kita kubur dalam-dalam.
Idul Adha mengajarkan pada kita tentang qurban yang sesungguhnya. Kemuliaan lahir dari hati yang ikhlas dan peduli sesama.
Tulisan ini hadir bukan untuk menghakimi sesama. Bukan juga untuk menyudutkan sesama. Tetapi, murni ketika penulis merasa resah bulan mulia ini hanya sebatas postingan media semata.
Mari kita sejenak memikirkan kembali makna hari raya ini. Mengartikan lebih dalam sehingga melahirkan pribadi yang lebih sempurna.***
*) Penulis: Muhammad Taofik adalah Mahasiswa Sejarah di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (Khas) Jember.
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya tanggungjawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi bolinggo.co.











