banner 728x90
Daerah

Wali Kota Sidak Lapak Kurban, Pastikan 55 Titik di Probolinggo Bebas Penyakit

×

Wali Kota Sidak Lapak Kurban, Pastikan 55 Titik di Probolinggo Bebas Penyakit

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapak penjualan hewan kurban./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapak penjualan hewan kurban, Senin (25/5/2026). Langkah ini untuk memastikan kesehatan ternak menjelang Hari Raya Iduladha.

Sidak dilakukan di lapak Syaiful di Jalan Mastrip dan lapak sapi milik Wayudan di Gang Wijaya, Kecamatan Kanigaran. Wali kota turut didampingi tim kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Dalam pengecekan tersebut, wali kota memeriksa kondisi fisik hewan serta berdialog dengan pedagang. Ia juga memastikan seluruh hewan layak dijadikan kurban.

Wali Kota Aminuddin menyampaikan, pemeriksaan telah dilakukan di puluhan lapak penjualan. Hasilnya, tidak ditemukan adanya penyakit pada hewan ternak.

“Sebanyak 55 lapak ternak dalam rangka penjualan hewan kurban telah kami periksa. Hasilnya nihil temuan penyakit. Artinya, seluruh hewan dalam kondisi sehat, termasuk sudah dilengkapi dengan sertifikat vaksinasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pedagang untuk selektif dalam mendatangkan hewan dari luar daerah agar tetap terjamin kesehatannya.

“Kami juga memastikan kepada para penjual agar dalam proses jual beli, khususnya saat membeli hewan ternak, benar-benar memperhatikan kesehatan hewan yang masuk ke Kota Probolinggo,” ujarnya.

Sementara itu, Syaiful mengaku penjualan kambing kurban tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hingga mendekati Iduladha, ia telah menjual ratusan ekor.

“Untuk penjualan hingga H-2 menjelang Iduladha ini sudah sekitar 200 ekor. Dibandingkan tahun lalu, tahun ini penjualannya lebih banyak,” ujar Syaiful.

Hal serupa disampaikan Wayudan. Ia menyebut penjualan sapi kurban berjalan cukup baik, dengan pembeli dari dalam dan luar kota.

“Alhamdulillah, sementara ini sapi yang terjual sekitar 35 ekor. Sebanyak 20 ekor dikirim ke Surabaya, sedangkan untuk pembeli lokal sekitar 15 ekor,” ujar Wayudan.***