PROBOLINGGO,- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo mengukuhkan 17 pengurus ranting dari 18 desa di Kecamatan Maron, Minggu (8/11/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan pendidikan politik dan musyawarah ranting.
Acara yang berlangsung di Cafe dan 8 Desa, Brabe, Kecamatan Maron, itu menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi partai. Para kader juga didorong untuk lebih dekat dan aktif membantu masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Fraksi PKB Dapil III, Gus Muhammad Al Fatih. Turut hadir Koordinator Dapil III sekaligus Ketua Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo, Badrul Kamal, serta Gus Asnawi Najib dari jajaran pengurus cabang PKB.
Dalam sambutannya, Gus Fatih mengajak pengurus ranting agar tidak ragu berkomunikasi dengannya ketika masyarakat membutuhkan bantuan, baik terkait infrastruktur maupun persoalan lainnya.
“Kalau ada kebutuhan apa pun, silakan simpan nomor saya. Kalau ada jalan rusak atau persoalan lain yang perlu dibantu, silakan hubungi saya,” ujarnya.
Ia menegaskan, kekuatan partai bukan sekadar dilihat dari banyaknya kepengurusan. Namun, lebih penting adalah kontribusi nyata kader dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Gus Fatih juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan membangun optimisme dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Sementara itu, Badrul Kamal menilai politik seharusnya tidak selalu dipandang negatif. Menurutnya, kader PKB memiliki tanggung jawab untuk hadir, merangkul, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Kenapa harus berpolitik? Mindset yang beredar selama ini politik itu kotor. Padahal, tugas teman-teman adalah merangkul dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Politik PKB adalah politik kehadiran,” ungkapnya.
Badrul menambahkan, politik kehadiran tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan. Pengurus ranting harus membuktikannya dengan kegiatan nyata serta terlibat langsung dalam berbagai persoalan masyarakat.
Melalui pengukuhan tersebut, pengurus ranting diharapkan mampu menjadi penggerak organisasi di tingkat desa sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap PKB.***

























