banner 728x90
Berita

Belanja Iklan Bos BGN Nyaris Rp200 Juta, Ini Sebaran Wilayahnya

×

Belanja Iklan Bos BGN Nyaris Rp200 Juta, Ini Sebaran Wilayahnya

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono./ Foto: BGN

JAKARTA,- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjadi sorotan setelah data transparansi Meta Ads Library menunjukkan adanya aktivitas belanja iklan digital yang dikaitkan dengan namanya.

Dalam data tersebut, total belanja iklan pada periode 15 Juni hingga 12 September 2026 tercatat mencapai Rp199.014.038. Nilai tersebut merupakan akumulasi pengeluaran iklan yang ditampilkan dalam perpustakaan iklan Meta.

Informasi mengenai besarnya belanja iklan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah akun X @hidupsebagai62 mengunggah tangkapan layar Meta Ads Library pada Rabu (16/9/2026).

Melalui unggahannya, akun tersebut menyoroti nilai pengeluaran iklan Sudaryono sekaligus persebarannya di sejumlah wilayah Indonesia. Data yang dibagikan menunjukkan Pulau Jawa menjadi salah satu wilayah dengan alokasi belanja terbesar.

Jawa Barat tercatat menjadi wilayah dengan alokasi tertinggi, yakni sekitar Rp35,13 juta. Berikutnya terdapat Jawa Tengah dengan sekitar Rp29,18 juta dan Jawa Timur sebesar Rp26,39 juta.

Selain tiga provinsi tersebut, belanja iklan juga tercatat di Sumatera Utara dengan nilai sekitar Rp15,45 juta. Sementara Lampung mencapai Rp6,9 juta, Riau sekitar Rp6,8 juta, dan DKI Jakarta sekitar Rp6,76 juta.

Besarnya nilai belanja iklan tersebut menjadi perhatian karena muncul ketika Sudaryono tengah menjadi salah satu figur yang banyak disorot terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut merupakan salah satu agenda pemerintah yang mendapat perhatian luas di masyarakat.

Data Meta Ads Library sendiri menunjukkan informasi mengenai iklan yang ditayangkan dan besaran belanja berdasarkan data transparansi platform. Namun, data tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan sumber dana yang digunakan untuk membiayai iklan.

Hingga saat ini, belum terdapat penjelasan yang memastikan apakah belanja iklan tersebut menggunakan dana pribadi Sudaryono, dana organisasi, anggaran lembaga, atau sumber pendanaan lainnya.

Karena itu, angka hampir Rp200 juta tersebut perlu dipahami sebagai nilai belanja iklan yang tercatat dalam data transparansi Meta dan dikaitkan dengan akun pengiklan atas nama Sudaryono.

Sementara mengenai sumber pembiayaan dan tujuan spesifik dari keseluruhan aktivitas iklan tersebut, masih diperlukan penjelasan dari Sudaryono maupun pihak terkait untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap kepada publik.***