PROBOLINGGO,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mulai menyusun proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Perubahan APBD (P-APBD) Tahun 2026 dan APBD Tahun 2027.
Pembahasan dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil di Ruang Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Senin (27/7/2026).
Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo Kristiana Ruliani mengatakan, hasil rapat tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
Menurut Kristiana, penyesuaian target pendapatan dilakukan berdasarkan evaluasi potensi riil di masing-masing OPD. Karena itu, ada perangkat daerah yang mengalami penurunan target, sementara yang lain justru diproyeksikan mengalami peningkatan.
“Evaluasi dilakukan berdasarkan data, bukan sekadar mengejar kenaikan angka,” kata Kristiana.
Hasil evaluasi sementara menunjukkan target PAD pada P-APBD Tahun 2026 diperkirakan naik sebesar Rp8,94 miliar atau sekitar 2,06 persen. Target yang semula Rp434,83 miliar meningkat menjadi Rp443,77 miliar.
Selanjutnya, pada APBD Tahun 2027, PAD kembali diproyeksikan meningkat sebesar Rp11,77 miliar. Dengan demikian, target pendapatan daerah diperkirakan mencapai Rp455,54 miliar.
Untuk sektor pajak daerah, target pada APBD Tahun 2026 sebesar Rp153,03 miliar. Hingga 30 Juni 2026, realisasinya telah mencapai Rp71,10 miliar atau sekitar 46,46 persen.
Pada P-APBD Tahun 2026, target pajak daerah direncanakan naik menjadi Rp155,89 miliar. Sementara pada APBD Tahun 2027 kembali diproyeksikan meningkat menjadi Rp159,64 miliar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyampaikan realisasi PAD hingga akhir Juni 2026 telah mencapai Rp208,87 miliar. Nilai tersebut setara 48,03 persen dari target APBD Tahun 2026 sebesar Rp434,83 miliar.
Menurut Ugas, target PAD pada P-APBD Tahun 2026 akan ditingkatkan menjadi Rp443,77 miliar. Sedangkan pada APBD Tahun 2027, pendapatan daerah diproyeksikan kembali naik hingga Rp455,54 miliar.
“Peningkatan target ini didorong oleh kenaikan Pendapatan Asli Daerah sebesar 1,36 persen dan pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar 3,62 persen. Kontributor terbesar masih berasal dari BPPKAD, RSUD Waluyo Jati, dan RSUD Tongas,” jelas Ugas.
Ia menambahkan, penyusunan target pendapatan tahun 2027 dilakukan secara realistis. Proyeksi tersebut mempertimbangkan capaian realisasi tahun berjalan, potensi masing-masing OPD, serta upaya optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah.***















