JAKARTA,- PT Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat ikut mengawasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG bersubsidi. Langkah ini dilakukan agar subsidi energi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan pengawasan masyarakat diperlukan untuk menjaga distribusi energi tetap tepat sasaran.
Ia juga mengimbau masyarakat yang tergolong mampu untuk menggunakan produk energi nonsubsidi. Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu menjaga ketersediaan kuota subsidi bagi kelompok yang membutuhkan.
“Pertamina mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta dan mengawasi serta memastikan penyaluran dan pendistribusian energi subsidi yang tepat sasaran,” ujar Roberth, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, produk BBM dan LPG nonsubsidi memiliki sejumlah keunggulan dari sisi kualitas maupun layanan. Karena itu, masyarakat menengah ke atas diharapkan dapat memilih produk nonsubsidi.
“BBM dan LPG nonsubsidi memiliki keunggulan kualitas dan layanan agar dapat digunakan masyarakat menengah ke atas sehingga tidak mengurangi subsidi energi,” katanya.
Imbauan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya konsumsi energi masyarakat hingga pertengahan 2026. Kondisi itu membuat penyaluran energi bersubsidi menjadi perhatian.
Berdasarkan prognosa PT Pertamina (Persero), realisasi penyaluran sejumlah energi bersubsidi berpotensi melampaui kuota yang telah ditetapkan untuk tahun anggaran 2026.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan kondisi tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Pertamina memaparkan perkembangan penyaluran energi bersubsidi hingga 31 Juli 2026.
Untuk Biosolar, realisasi distribusi tercatat mencapai 11,18 juta kiloliter (KL) dari kuota sebesar 18,36 juta KL. Angka tersebut diproyeksikan berpotensi melampaui kuota hingga 9,4 persen.
Sementara itu, penyaluran Pertalite telah mencapai 16,54 juta KL dari kuota 28,69 juta KL. Realisasinya diperkirakan berpotensi melebihi kuota sebesar 1,7 persen.
Adapun LPG 3 kilogram telah tersalurkan sebanyak 5,05 juta metrik ton. Jumlah tersebut berasal dari total kuota yang ditetapkan sebesar 8 juta metrik ton.
Pertamina menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga distribusi energi bersubsidi. Pengawasan bersama diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan sekaligus memastikan subsidi tetap dinikmati kelompok yang menjadi sasaran.
Masyarakat juga diharapkan memilih produk energi sesuai dengan kemampuan ekonomi dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, ketersediaan energi bersubsidi dapat tetap terjaga hingga akhir tahun.***















