banner 728x90
Nasional

Menhut Pantau Kebakaran Bromo, Pelaku Pembakaran Bakal Ditindak Hukum

×

Menhut Pantau Kebakaran Bromo, Pelaku Pembakaran Bakal Ditindak Hukum

Sebarkan artikel ini
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memantau kebakaran lahan di Bromo./ Foto: Kemenhut

PROBOLINGGO,- Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Minggu (9/8/2026).

Dalam kunjungannya, Raja Juli melihat langsung proses penanganan kebakaran yang masih berlangsung di sejumlah titik. Tim gabungan terus dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.

Raja Juli menegaskan, masyarakat harus menghentikan segala aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Ia mengingatkan bahwa tindakan pembakaran dapat berujung pada proses hukum.

“Tindakan pembakaran hutan dan lahan dapat berujung pada proses hukum. Jangan ada lagi yang bermain api. Ini secara literal yang main api, apakah itu puntung rokok atau yang lebih nakal lagi land clearing, terutama di luar Jawa,” tegas Raja Juli.

Ia memastikan, setiap orang yang terbukti melakukan pembakaran hutan maupun lahan akan mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Siapapun yang melakukan pembakaran lahan, hutan dan lahan akan mendapatkan hukuman yang setimpal,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses penanganan, Raja Juli meminta agar kawasan TNBTS ditutup sementara secara total. Penutupan tersebut bertujuan agar seluruh personel dapat berkonsentrasi pada pemadaman.

“Kami meminta untuk menutup sementara secara total Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru. Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api dan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadi kebakaran di tempat-tempat lain,” jelasnya.

Raja Juli juga berharap kondisi cuaca mendukung proses pemadaman. Sebab, sejumlah titik api berada di wilayah dengan kondisi lereng yang sulit dijangkau oleh pasukan darat sehingga membutuhkan penanganan dengan dukungan dari udara.

“Mohon doa supaya cuaca terbaik, supaya nanti bisa genap 30 dan titik-titik api itu bisa dipadamkan. Terutama di kelerengan yang memang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan masih ditemukan titik api tambahan dalam proses penanganan karhutla di kawasan TNBTS.

“Seperti kita lihat ada satu titik tambahan lagi, jadi perluasan dari titik awal tapi ada titik di Penanjakan. Tadi fokus heliport bombing, sekarang muncul lagi di daerah Pasuruan,” kata Emil.

Ia mengatakan terdapat dugaan adanya keterkaitan antara percikan api di sejumlah lokasi yang kemudian berpindah akibat kondisi lingkungan dan hembusan angin.

“Ada sambungan percikan api dari lingkungan yang di sini kira-kira ada keterkaitan. Makanya misalnya ada teori jangan-jangan ada percikan api yang terbawa oleh daun, kemudian dibawa angin,” jelasnya.

Sementara mengenai penyebab kebakaran, penelusuran diserahkan kepada pihak yang memiliki kewenangan dan keahlian untuk melakukan pemeriksaan.

“Saya rasa itu paralel. Jangan mengganggu konsentrasi untuk pemadaman. Jadi pemadaman jalan terus, penelusuran penyebab saya rasa sudah diserahkan pada ahlinya,” pungkas Emil.***