SURABAYA,- Kontingen Muaythai Indonesia Jawa Timur tampil impresif dalam ajang Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026. Kejuaraan ini resmi berakhir di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, Minggu 9 Agustus 2026.
Jawa Timur mendominasi kategori Master & Elite usia 18-40 tahun. Total 15 medali berhasil dikoleksi, terdiri dari 11 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.
Capaian tersebut menempatkan Jatim di posisi teratas rekapitulasi medali khusus kategori Master & Elite. Dominasi ini sekaligus menegaskan kekuatan pembinaan atlet di wilayah tersebut.
Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur, Baso Juherman, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih para atlet.
“Saya sangat bersyukur atas capaian ini. Hasil yang diraih benar-benar membanggakan, karena para atlet Jawa Timur tampil luar biasa sepanjang kejuaraan,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Ia menegaskan, setiap medali yang diraih tidak lepas dari proses panjang yang telah dilalui para atlet.
“Medali ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada latihan panjang, disiplin tinggi, pengorbanan, serta keberanian para atlet saat bertanding,” jelasnya.
Baso juga memberikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet. Menurutnya, hasil ini harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas ke depan.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka. Capaian ini harus menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas atlet agar semakin siap menghadapi kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBMI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai pelaksanaan kejuaraan tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Kita semua telah menyaksikan adanya perubahan besar. Hasil dari pelatihan wasit dan juri berstandar IFMA yang sebelumnya dilaksanakan, kini benar-benar diterapkan dalam kejuaraan ini,” katanya.
Ia menyebut seluruh partai final berjalan dengan lancar. Meski terdapat cedera, hal tersebut masih dalam batas wajar olahraga combat.
“Semua pertandingan final berlangsung lancar. Memang ada cedera karena ini olahraga combat, namun semuanya dapat ditangani dengan baik oleh tim medis,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa target pembinaan tidak hanya berhenti di tingkat nasional.
“Target kita tentu tidak hanya menjadi juara di tingkat nasional, tetapi juga menyiapkan atlet, khususnya dari Jawa Timur, agar mampu bersaing di level internasional,” pungkasnya.***















