banner 728x90
Olahraga

Jakarta Tuan Rumah Taekwondo Asia 2026, 478 Atlet dari 36 Negara Siap Bertarung

×

Jakarta Tuan Rumah Taekwondo Asia 2026, 478 Atlet dari 36 Negara Siap Bertarung

Sebarkan artikel ini
Penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026./ Foto: Kemenpora

JAKARTA,- Penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 diproyeksikan mendorong sektor pariwisata dan perekonomian di DKI Jakarta. Ajang ini dinilai memberi efek positif bagi berbagai sektor usaha.

Kejuaraan tersebut akan digelar di Tennis Indoor Senayan pada 1-5 Agustus 2026. Sebanyak 478 atlet dari 36 negara dipastikan ambil bagian.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, menyebut kehadiran atlet dan ofisial dari berbagai negara akan menciptakan efek berganda bagi ekonomi daerah.

Menurutnya, sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM akan merasakan dampak langsung dari kegiatan ini. Aktivitas ekonomi diperkirakan meningkat selama kejuaraan berlangsung.

“Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi Indonesia, khususnya DKI Jakarta,” ujarnya, Minggu (27/7/2026).

Richard menambahkan, event internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam pengembangan sport tourism. Selain itu, juga berperan memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional.

Ia menilai semakin banyak event berskala global digelar, semakin besar peluang meningkatkan kunjungan wisata. Hal ini juga memperkuat citra Jakarta sebagai kota penyelenggara olahraga internasional.

Kejuaraan ini berstatus World Taekwondo (WT) G2. Status tersebut menjadikannya sebagai salah satu ajang penting dalam perolehan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Pertandingan akan mempertandingkan dua nomor utama. Poomsae dijadwalkan pada 1–2 Agustus, sedangkan kyorugi berlangsung pada 3-5 Agustus 2026.

Indonesia menurunkan 233 atlet dalam kejuaraan ini. Sebanyak 31 atlet di antaranya merupakan atlet elite hasil seleksi dari berbagai kejuaraan nasional.

Beberapa atlet juga dipersiapkan untuk memperkuat Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Di antaranya Muhammad Bassam Raihan, Arya Danu, dan Andi Sultan.

Sementara itu, sebanyak 245 atlet berasal dari luar negeri. Mereka datang dari berbagai kawasan, seperti Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Timur Tengah.

India menjadi kontingen asing terbanyak dengan 61 atlet. Disusul Hong Kong dengan 34 atlet dan Filipina sebanyak 33 atlet.

Sekretaris Jenderal PBTI, Rafael Hotasi Siagian, mengatakan jumlah peserta telah dibatasi. Hal itu dilakukan agar jadwal pertandingan tetap sesuai ketentuan World Taekwondo.

“Jumlah 478 atlet merupakan angka final. Kami harus membatasi peserta agar pertandingan tidak berlangsung hingga malam hari,” ujarnya.

Penyelenggaraan kejuaraan ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis olahraga. Termasuk penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Melalui ajang ini, Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai tuan rumah event olahraga internasional. Sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi dari sektor sport tourism.***