banner 728x90
Nasional

Bikin Kaget! Prabowo Ungkap Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg

×

Bikin Kaget! Prabowo Ungkap Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi mengupas bawang./ Foto: kompasiana

JAKARTA,- Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan sejumlah penerima bantuan pemerintah dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Salah satu yang diperkenalkan ialah Susanah, warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Prabowo menyebut Susanah bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram.

“Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, Susanah turut menerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako. Bantuan tersebut disebut membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya.

Selain Susanah, Prabowo juga memperkenalkan Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perempuan berusia 38 tahun itu disebut berdagang sambil merawat bibinya yang telah berusia 80 tahun.

“Sejak kecil, ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan,” ujar Prabowo. Ia menyebut bantuan sosial ATENSI menjadi salah satu penopang kehidupan Margarelitha dan keluarganya.

Dalam sidang tersebut, Prabowo juga menyampaikan laporan kinerja lembaga negara sekaligus pidato kenegaraan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Prabowo menyoroti berbagai program pemerintah selama 21 bulan kepemimpinannya. Di antaranya swasembada pangan dan energi, Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, hingga reformasi BUMN.

Ia menyebut pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 663 hari. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dinilai telah lama dihadapi Indonesia.

Sejumlah capaian yang disampaikan antara lain swasembada delapan komoditas pangan, penghentian impor solar melalui B50, penurunan harga pupuk 20 persen, serta pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Pemerintah juga terus mendorong pembangunan Sekolah Rakyat, Kampung Nelayan, hilirisasi, penguatan BUMN, perlindungan sosial, kesehatan, pelayanan publik, pertahanan, hingga politik luar negeri.***