PROBOLINGGO,- Kota Probolinggo kembali mencatatkan prestasi di tingkat Jawa Timur. Kali ini, penghargaan diraih dalam kategori Nilai Ekspor Halal pada Syariah Award Jawa Timur 2026.
Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur. Prestasi ini menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap potensi produk halal dari Kota Probolinggo.
Penghargaan diserahkan langsung Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kepada Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Penyerahan berlangsung dalam rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa Timur 2026 di Grand City Convex Hall Surabaya.
Sejumlah produk unggulan Kota Probolinggo diketahui telah menembus pasar ekspor. Di antaranya makanan olahan, fillet ikan, frozen fish, garmen, plywood, finished leather, bordir, hingga barecore.
Sektor makanan dan minuman juga menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas ekspor halal Kota Probolinggo. Produk olahan berbasis perikanan termasuk komoditas yang ikut berkontribusi dalam sektor tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ekonomi syariah di Jawa Timur.
“Selamat kepada Bank Indonesia atas suksesnya FESyar Jawa Timur. Ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah semakin mendapatkan perhatian masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Emil.
Menurutnya, perkembangan ekonomi syariah tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha dan stakeholder dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan sektor tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan penghargaan tersebut bukan hanya menjadi capaian bagi pemerintah daerah. Menurutnya, penghargaan itu juga menunjukkan kemampuan produk lokal untuk bersaing lebih luas.
“Penghargaan ini bukan sekadar sebuah prestasi, tetapi menjadi bukti bahwa produk-produk Kota Probolinggo memiliki daya saing dan mampu menembus pasar global,” kata Aminuddin.
Ia menegaskan, tantangan berikutnya adalah memperkuat ekosistem ekonomi halal di daerah. Pendampingan kepada pelaku usaha juga perlu terus dilakukan agar produk lokal semakin berkembang.
“Tugas kita ke depan adalah memperkuat ekosistemnya, mendampingi pelaku usaha, memperluas pasar, serta memastikan semakin banyak produk lokal yang naik kelas dan membawa nama Kota Probolinggo ke tingkat dunia,” ujarnya.
Penghargaan Syariah Award Jawa Timur 2026 tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku usaha di Kota Probolinggo. Khususnya dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar ekspor.***















