banner 728x90
Berita

Kebakaran Mengganas, Seluruh Akses Wisata Bromo Ditutup Total

×

Kebakaran Mengganas, Seluruh Akses Wisata Bromo Ditutup Total

Sebarkan artikel ini
Kawasan wisata Gunung Bromo resmi ditutup total mulai Sabtu, 8 Agustus 2026 akibat kebakaran hebat.

MALANG,- Kawasan wisata Gunung Bromo resmi ditutup total mulai Sabtu, 8 Agustus 2026. Penutupan ini dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyusul kebakaran yang terus meluas di area kaldera.

Seluruh akses wisata ditutup tanpa pengecualian, meliputi pintu masuk Cemorolawang (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Malang), hingga Senduro (Lumajang).

Kebijakan penutupan total ini diambil guna mendukung proses pemadaman agar lebih optimal sekaligus menjamin keselamatan wisatawan dan petugas di lapangan.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan bahwa penutupan dilakukan secara menyeluruh hingga kondisi benar-benar aman.

“Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, kunjungan Wisata Bromo dari semua pintu masuk,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2026).

Ia menjelaskan, penutupan mulai berlaku sejak 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB dan akan berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan, menyesuaikan perkembangan situasi kebakaran di kawasan tersebut.

Bagi wisatawan yang telah membeli tiket secara online, TNBTS memberikan opsi penjadwalan ulang maupun pengembalian dana sesuai prosedur yang berlaku. Pengunjung diminta mengikuti mekanisme resmi melalui aplikasi booking online.

Selain itu, masyarakat, pelaku jasa wisata, hingga pihak terkait lainnya diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di kawasan TNBTS selama masa penutupan total berlangsung.

“Menghimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata, agar tidak melakukan aktivitas wisata di kawasan TNBTS,” pungkasnya.

Data terakhir mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 176 hektare. Hingga kini, belum ada pembaruan resmi terkait luasan terbaru setelah api bergerak ke B29.

Perambatan api dipicu oleh kondisi angin yang cukup kencang. Arah tiupan angin membawa api bergerak ke timur dan memperluas area terdampak.

Petugas gabungan terus berupaya melakukan penyekatan. Langkah ini dilakukan untuk menahan laju api agar tidak semakin meluas.***