banner 728x90
Berita

Menlu Sugiono Ungkap Pelajaran dari Aceh dan Maluku di Forum Perdamaian PBB

×

Menlu Sugiono Ungkap Pelajaran dari Aceh dan Maluku di Forum Perdamaian PBB

Sebarkan artikel ini
Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Komisi Pembangunan Perdamaian atau Peacebuilding Commission (PBC)./ Foto: Kemenlu

JAKARTA,- Indonesia menegaskan pentingnya dialog yang berkelanjutan dan inklusif antarkomunitas dalam membangun kembali kepercayaan serta menjaga persatuan nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Komisi Pembangunan Perdamaian atau Peacebuilding Commission (PBC) di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menyampaikan pengalaman Indonesia dalam membangun perdamaian di Aceh dan Maluku.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang melibatkan berbagai kelompok dapat menjadi pembelajaran bagi upaya perdamaian di tingkat global.

“Pengalaman Indonesia di Aceh dan Maluku menunjukkan bagaimana dialog yang berkelanjutan dan inklusif antarkomunitas dapat memulihkan kepercayaan dan menjaga persatuan nasional,” ujar Sugiono melalui keterangan resmi dikutip, Sabtu (26/9/2026).

Sugiono mengatakan, pembangunan perdamaian tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Upaya tersebut merupakan investasi jangka panjang yang mencakup pencegahan konflik, pemulihan, hingga rekonsiliasi.

Dalam prosesnya, penguatan institusi nasional dan tatanan sosial juga menjadi bagian penting. Karena itu, pembangunan perdamaian perlu dipimpin dan dimiliki oleh negara yang bersangkutan atau national ownership.

Menurut Sugiono, PBC memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan kepada negara-negara yang membutuhkan.

Dukungan tersebut dapat berupa keahlian, dukungan politik, maupun sumber daya untuk menyelaraskan prioritas nasional dengan bantuan internasional.

Indonesia juga mendorong PBC agar memberikan nasihat strategis yang lebih kuat. Koordinasi dengan Majelis Umum PBB, Dewan Keamanan PBB, dan ECOSOC juga dinilai perlu terus diperkuat.

Selain itu, Sugiono menekankan pentingnya memanfaatkan pengalaman negara-negara Global South dalam upaya pencegahan konflik dan pembangunan institusi.

Pemanfaatan data dan teknologi juga dinilai dapat membantu merespons berbagai dinamika perdamaian secara lebih tepat dan sesuai kebutuhan.

“Indonesia akan terus bekerja sama dengan PBC dan seluruh mitra untuk semakin mendekatkan kita pada tujuan tersebut,” kata Sugiono.***