SURABAYA,- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (14/7/2026). Pelantikan ini dirangkai dengan serah terima jabatan.
Pengisian jabatan dilakukan melalui sistem manajemen talenta. Prosesnya mencakup pemetaan potensi dan uji kompetensi teknis yang digelar pada 31 Mei 2026 serta telah mendapat rekomendasi BKN.
Khofifah menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam mengemban amanah baru. Ia juga meminta pelayanan publik tetap berjalan optimal di seluruh perangkat daerah.
“Seluruh pejabat yang dilantik harus bekerja penuh tanggung jawab dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujarnya.
Ia juga menekankan percepatan penyelesaian sistem terintegrasi. Menurutnya, hal itu penting untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pelayanan.
“Melalui sistem yang terintegrasi, proses akan berjalan dalam satu kesatuan. Karena itu, saya minta segera diselesaikan,” tegasnya.
Selain itu, Khofifah mendorong lahirnya inovasi dari perangkat daerah. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah dan mempercepat pembangunan.
“Perangkat daerah lain juga punya potensi besar menghadirkan inovasi yang berdampak pada pendapatan dan program pembangunan,” tambahnya.
Enam pejabat yang dilantik antara lain R. Heru Wahono Santoso sebagai Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim dan Dr. Iwan sebagai Kepala Bappeda Jatim. Selain itu, Budi Raharjo menjabat Kepala Bakorwil Jember.
Selanjutnya, I Nyoman Gunadi dipercaya sebagai Kepala Dinas PU Sumber Daya Air. Arif Endro Utomo menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.
Sementara itu, Dr. MHD. Aftabuddin Rijaluzzaman dilantik sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur.***















