YOGYAKARTA,- Peran UMKM kembali ditegaskan sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Namun di tengah perubahan global yang cepat, pelaku usaha dituntut untuk beradaptasi dengan pendekatan baru.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa UMKM telah terbukti tangguh dalam menghadapi berbagai krisis ekonomi. Hal itu ia ungkapkan dalam Entrepreneurs Leadership Conference 2026 di UGM.
“UMKM merupakan salah satu sektor yang telah terbukti selama hampir 30 tahun terakhir mampu menahan berbagai guncangan yang terjadi,” ujarnya, dikutip (26/6/2026).
Meski demikian, ia menilai tantangan saat ini jauh lebih kompleks. Ketidakpastian global dan dinamika geopolitik menjadi faktor yang memengaruhi stabilitas usaha.
“Situasi ini penuh dengan ketidakpastian dan sangat dinamis, termasuk dipengaruhi oleh kondisi geopolitik saat ini,” jelasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Nezar mendorong pelaku UMKM mengadopsi strategi creative-tech fusion. Pendekatan ini menggabungkan kreativitas dengan pemanfaatan teknologi digital.
“Strategi yang dapat dilakukan adalah creative-tech fusion, yaitu menggabungkan kreativitas dengan platform teknologi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelaku UMKM perlu memperkuat kemampuan dalam mengelola konten dan membangun merek. Selain itu, pemanfaatan platform digital menjadi kunci untuk memperluas pasar.
Data menunjukkan, dari sekitar 64 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang telah terhubung ke ekosistem digital. Sementara penetrasi internet sudah mencapai lebih dari 80 persen populasi atau sekitar 231 juta penduduk.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi pertumbuhan usaha. Namun di sisi lain, kesiapan dalam memanfaatkan teknologi menjadi tantangan utama.
“Kita tidak lagi berbicara soal konektivitas, melainkan meaningful connectivity, yaitu konektivitas yang memberikan makna bagi pertumbuhan,” ujarnya.
Menurutnya, hambatan UMKM saat ini bukan sekadar akses teknologi. Kemampuan mengelola kehadiran digital menjadi faktor penentu.
“Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengelola akun, menerapkan digital marketing, serta membangun audiens untuk memperluas jangkauan pasar,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Komunikasi dan Digital menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas. Salah satunya adalah inisiatif UMKM Go Digital.
Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat mengakses pelatihan digital marketing hingga pemanfaatan kecerdasan buatan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM di era digital.
“Pelaku UMKM dapat mempelajari digital marketing serta adopsi teknologi AI untuk mengoptimalkan bisnis,” pungkasnya.***













