PROBOLINGGO,- Tumpahan oli bekas yang mencemari saluran air Sungai DAM Amsterdam di Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, mendapat perhatian serius dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo.
Kepala DLH Kota Probolinggo, Retno Wandansari, menjelaskan insiden terjadi saat hujan deras pada malam hari. Menurutnya, pada saat bersamaan saluran air dibuka untuk mengantisipasi debit air, sehingga oli yang bocor ikut terbawa aliran.
“Memang terjadi kebocoran, tetapi sudah langsung ditangani,” ujar Retno, Kamis (16/4/2026).
DLH bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga dengan melakukan verifikasi lapangan. Hasil penelusuran menunjukkan sumber pencemaran berasal dari aktivitas di PT Berdikari Jaya Bersama (BJB).
Kebocoran terjadi saat proses pemindahan oli dari truk tangki ke tangki penyimpanan di dalam area pabrik. Pihak perusahaan pun mengakui adanya insiden tersebut saat dilakukan pertemuan dengan tim DLH.
Perwakilan perusahaan, Darwin, menyampaikan bahwa langkah penanganan sudah dilakukan sejak Sabtu pagi. Ia menyebut pembersihan dilakukan secara menyeluruh untuk menekan dampak pencemaran.
“Kami lakukan penyedotan menggunakan vakum, pembersihan saluran hingga ke arah DAM, pemasangan pembatas, serta penyemprotan dispersant,” jelasnya.
Selain penanganan teknis, DLH juga merekomendasikan langkah pemulihan alami. Salah satunya dengan penambahan tanaman eceng gondok di saluran terdampak.
Upaya pemantauan juga melibatkan pihak kelurahan serta RT/RW setempat. Pengawasan dilakukan selama beberapa hari guna memastikan tidak ada sisa pencemaran yang meluas.
Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan menyatakan siap memberikan kompensasi kepada warga terdampak. Termasuk melakukan penebaran kembali ikan dan memastikan lingkungan pulih sepenuhnya.
DLH mencatat kondisi saluran air mulai menunjukkan perbaikan. Meski begitu, proses pemulihan masih terus berjalan hingga benar-benar kembali normal.
“Secara visual before after sudah baik, tapi tetap kami awasi sampai tuntas,” tegas Retno.
Terkait dugaan kelalaian, DLH menilai kejadian ini bersifat tidak terduga. Namun pengawasan tetap diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.***













