PROBOLINGGO,- Model pendidikan berbasis pesantren yang dipadukan dengan keterampilan teknologi mulai berkembang di berbagai daerah, termasuk di Kota Probolinggo.
Salah satunya diterapkan di SMK Raudlatul Mutaalimien, yang tidak hanya fokus pada keahlian digital, tetapi juga membekali siswa dengan hafal Al-Qur’an.
Berlokasi di Jalan Mastrip, Kelurahan Wonoasih, sekolah yang berdiri sejak 2011 ini menjadi salah satu pilihan pendidikan yang memadukan dua dunia sekaligus: teknologi modern dan nilai-nilai keislaman.
Para siswa juga tak hanya belajar membuat desain grafis atau konten digital melalui jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), tetapi juga menjalani kehidupan ala pesantren yang menanamkan disiplin, akhlak, dan kebiasaan menghafal Al-Qur’an.
Menariknya, konsep ini justru menjadi daya tarik tersendiri di tengah kekhawatiran banyak orang tua terhadap dampak negatif teknologi.
Kepala jurusan SMK Raudlatul Mutaalimien, Nikmatul Maulidia, S.T., menyebut bahwa sekolahnya ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.
“Kami ingin siswa di sini tidak hanya mahir teknologi, tapi juga punya pondasi agama yang kuat. Jadi mereka bisa memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Ia menambahkan, kombinasi ini menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi dunia kerja maupun kehidupan sosial yang semakin kompleks.
“Lulusan kami diharapkan siap bersaing di dunia industri kreatif, tapi tetap membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap langkahnya,” tambahnya.
Dengan pendekatan yang seimbang antara ilmu dunia dan akhirat, SMK Raudlatul Mutaalimien membuktikan bahwa pendidikan modern tak harus meninggalkan nilai religius. Justru, keduanya bisa berjalan beriringan dan saling menguatkan.
Bagi sebagian orang, mungkin ini terdengar tidak biasa. Namun di sekolah ini, menjadi ahli desain sekaligus hafidz Al-Qur’an bukanlah hal yang mustahil.***














