banner 728x90
Daerah

Ritual Yadnya Kasada Berlangsung Khidmat, Tiga Dukun Pandita Resmi Dikukuhkan

×

Ritual Yadnya Kasada Berlangsung Khidmat, Tiga Dukun Pandita Resmi Dikukuhkan

Sebarkan artikel ini
Ritual Yadnya Kasada 1948 Saka atau 2026 Masehi di Pura Luhur Poten Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo./ Foto: bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Ribuan masyarakat Suku Tengger melaksanakan ritual Yadnya Kasada 1948 Saka atau 2026 Masehi di Pura Luhur Poten Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin (1/6/2026) dini hari.

Tradisi sakral ini merupakan warisan turun-temurun yang terus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan Sang Hyang Widhi.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Dalam pelaksanaan tahun ini, juga dilakukan pengukuhan tiga Dukun Pandita. Mereka berasal dari Desa Ngadisari dan Desa Pandansari di Kabupaten Probolinggo, serta Desa Sedaeng di Kabupaten Pasuruan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto, menyampaikan bahwa rangkaian Yadnya Kasada diawali dengan berbagai tahapan ritual, termasuk ujian calon Dukun Pandita kawasan Tengger.

“Rangkaian Yadnya Kasada diawali dengan berbagai tahapan ritual, termasuk ujian calon Dukun Pandita kawasan Tengger,” ujarnya.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat, para calon kemudian dikukuhkan untuk menjalankan tugas pelayanan keagamaan kepada umat.

“Setelah dinyatakan memenuhi syarat, mereka kemudian dikukuhkan untuk menjalankan tugas pelayanan keagamaan kepada umat,” katanya.

Ia menambahkan, melalui Yadnya Kasada dan pengukuhan Dukun Pandita ini, keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama serta manusia dengan alam dapat terus terjaga.

“Melalui Yadnya Kasada dan pengukuhan Dukun Pandita ini, keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama serta manusia dengan alam dapat terus terjaga,” tambahnya.

Setelah prosesi pengukuhan, para Dukun Pandita memberikan pelayanan kepada umat yang akan melaksanakan ritual labuh sesaji ke Kawah Gunung Bromo.

Prosesi tersebut menjadi puncak Yadnya Kasada sebagai bentuk persembahan hasil bumi, ternak dan berbagai sesaji kepada Sang Hyang Widhi sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah yang diberikan.***