banner 728x90
News

KAI Daop 8 Surabaya Pastikan Kesiapan Jalur Rel dan Jembatan Jelang Angkutan Lebaran

×

KAI Daop 8 Surabaya Pastikan Kesiapan Jalur Rel dan Jembatan Jelang Angkutan Lebaran

Sebarkan artikel ini
Kesiapan prasarana perkeretaapian menjelang masa Angkutan Lebaran./ Foto: Istimewa

SURABAYA,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 8 Surabaya memastikan kesiapan prasarana perkeretaapian menjelang masa Angkutan Lebaran 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api. Terlebih pada periode mudik dan arus balik Lebaran yang diprediksi mengalami peningkatan jumlah penumpang.

Di wilayah operasional Daop 8 Surabaya, terdapat lintasan sepanjang 578,396 kilometer spoor (Kmsp). Selain itu juga terdapat 1.118 unit jembatan yang tersebar di berbagai jalur.

Dari total tersebut, terdiri atas 211 jembatan kelas I, 161 jembatan kelas II, serta 746 jembatan kelas III. Seluruhnya menjadi prioritas dalam proses pemeriksaan dan pemeliharaan.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan kesiapan infrastruktur.

“Pemeriksaan dan pemeliharaan kami lakukan secara intensif, baik rutin maupun preventif, pada seluruh lintas termasuk jalan rel, jembatan, dan bangunan pelengkap lainnya,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, setiap komponen diperiksa secara detail untuk memastikan kondisi jalur tetap aman dilalui kereta api.

“Setiap komponen kami periksa mulai dari sambungan rel, bantalan, wesel, drainase hingga struktur utama jembatan agar perjalanan kereta tetap aman,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, KAI Daop 8 Surabaya menerapkan tiga metode perawatan. Yakni perawatan rutin, preventif, serta perawatan korektif.

Perawatan rutin dilakukan secara berkala sesuai jadwal. Sedangkan perawatan preventif bertujuan mencegah potensi kerusakan sejak dini.

Sementara itu, perawatan korektif dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yang telah terdeteksi di lapangan.

Selain itu, inspeksi jalur juga ditingkatkan di luar jadwal reguler. Pemeriksaan dilakukan melalui kegiatan lokrit atau bordesrit, tilik PJL, hingga inspeksi mendadak kepada petugas penjaga perlintasan.

Baca Juga:  Dede Sunandar Mulai Berjualan Es Teh setelah Menjual 2 Mobil untuk Kampanye yang Hanya Raih 10 Suara

Pemantauan juga difokuskan pada sejumlah Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus). Terutama di lokasi yang rawan gangguan saat cuaca ekstrem.

Di wilayah Daop 8 Surabaya terdapat enam titik Dapsus. Dua titik berada di lintas utara dan empat titik lainnya di lintas selatan.

Pada lokasi tersebut ditempatkan personel siaga serta peralatan pendukung. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan prasarana.

Selain kesiapan infrastruktur, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan tambahan personel selama masa Angkutan Lebaran.

Total sebanyak 1.013 petugas disiagakan. Terdiri dari 856 petugas reguler dan 157 petugas tambahan.

Petugas tambahan meliputi 40 petugas pemeriksa jalan (PPJ) ekstra. Kemudian 106 petugas penjaga perlintasan (PJL) serta 11 petugas jaga daerah (PJD).

Mereka ditempatkan di sejumlah titik strategis. Terutama di lokasi perlintasan padat dan area pemantauan khusus.

KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS). Peralatan tersebut ditempatkan di emplasemen, dekat lokasi Dapsus, serta kantor resor.

Mahendro menegaskan bahwa keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama KAI.

“KAI berkomitmen memastikan seluruh prasarana, peralatan, dan personel dalam kondisi siap siaga 24 jam,” tegasnya.

Ia optimistis kesiapan tersebut mampu mendukung kelancaran perjalanan kereta selama masa Angkutan Lebaran.

“Dengan kesiapan infrastruktur yang andal dan dukungan sumber daya yang memadai, kami optimistis perjalanan kereta api selama Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” pungkasnya.***