banner 728x90
Nasional

Bertemu Raja Charles III, Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pemulihan Lingkungan

×

Bertemu Raja Charles III, Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pemulihan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Inggris Charles III./ Foto: Antara Foto

JAKARTA,- Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Inggris Charles III. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama dalam pelestarian lingkungan hidup.

Pertemuan berlangsung di London, Inggris, pada Rabu (21/1/2026). Isu lingkungan dan konservasi alam menjadi fokus utama pembahasan.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Inggris menyatakan dukungan terhadap upaya pemulihan ekosistem di Indonesia. Kerja sama diarahkan pada penguatan konservasi kawasan taman nasional.

“Bapak Presiden bertemu Raja Charles III, dan intinya terdapat komitmen Inggris untuk membantu pemulihan ekosistem dan mendukung 57 taman nasional di Indonesia,” ujar Teddy.

Menurutnya, kerja sama tersebut mencakup program yang telah berjalan maupun yang sedang dikembangkan. Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada keberlanjutan lingkungan.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Taman Nasional Way Kambas di Lampung. Kawasan ini dikenal sebagai pusat konservasi gajah Sumatra.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Janji Tuntaskan Kemiskinan Sebelum 2045: Itu Tekat Saya!

“Kerja sama yang sudah berjalan antara lain di Way Kambas terkait konservasi gajah,” jelas Teddy.

Selain Way Kambas, kolaborasi konservasi juga dilakukan di kawasan Peusangan, Aceh. Kawasan tersebut memiliki nilai ekologis penting.

Teddy menyebut, lahan di Peusangan merupakan milik Presiden Prabowo. Lahan itu telah diserahkan kepada negara untuk kepentingan pelestarian lingkungan.

Secara keseluruhan, luasan kawasan yang disiapkan untuk mendukung program konservasi mencapai sekitar 90 ribu hektare. Lokasinya tersebar di sejumlah wilayah strategis.

Namun, tidak seluruh kawasan diperuntukkan bagi konservasi gajah. Pengelolaan akan disesuaikan dengan karakter ekosistem masing-masing wilayah.

“Mana untuk gajah dan mana untuk ekosistem lain akan dikelola secara khusus, dengan pendampingan dari World Wide Fund for Nature,” pungkas Teddy.

Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam agenda global pelestarian lingkungan. Sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah terhadap perlindungan keanekaragaman hayati.***