banner 728x90
Wisata

Tumpak Sewu Pecahkan Rekor Kunjungan, Hampir 10 Ribu Wisatawan Datang Saat Libur Panjang

×

Tumpak Sewu Pecahkan Rekor Kunjungan, Hampir 10 Ribu Wisatawan Datang Saat Libur Panjang

Sebarkan artikel ini
Air Terjun Tumpak Sewu Kabupaten Lumajang./ Foto: Nusantaratrip

LUMAJANG,- Momentum libur panjang Iduladha dan Waisak 2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata di Lumajang. Salah satu destinasi unggulan, Air Terjun Tumpak Sewu, berhasil menarik sekitar 9.900 wisatawan selama periode liburan tersebut.

Pengelola Tumpak Sewu, Ciko, mengatakan mayoritas pengunjung merupakan wisatawan domestik. Dari total kunjungan yang tercatat, sekitar 7.900 orang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sedangkan sekitar 2.000 lainnya merupakan wisatawan mancanegara.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

“Jumlah kunjungan pada libur panjang kali ini melampaui beberapa periode liburan besar sebelumnya, termasuk Natal dan Tahun Baru maupun Idulfitri,” kata Ciko, dikutip Jumat (12/6/2026).

Ia menuturkan, peningkatan jumlah wisatawan tidak terjadi begitu saja. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kawasan wisata tetap aman, nyaman, dan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pengunjung.

“Peningkatan jumlah wisatawan tidak terlepas dari upaya bersama dalam menjaga kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan di kawasan wisata. Kami terus berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung yang datang,” ujarnya.

Ramainya kunjungan wisatawan juga berdampak langsung terhadap perekonomian warga sekitar. Berbagai sektor usaha ikut merasakan manfaat, mulai dari UMKM, jasa transportasi, pemandu wisata, usaha kuliner hingga penginapan.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi, menyebut tingginya angka kunjungan tersebut menunjukkan bahwa destinasi wisata Lumajang semakin dikenal luas oleh wisatawan nasional maupun internasional.

“Keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga kualitas pengelolaan, pelayanan, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan wisata,” katanya.

Menurut Galih, perkembangan sektor pariwisata harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat. Kehadiran wisatawan dinilai menjadi penggerak berbagai aktivitas usaha di sekitar destinasi.

“Pariwisata yang berkembang harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat. Ketika wisatawan datang, berbagai aktivitas ekonomi di sekitar destinasi ikut bergerak dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya kunjungan ke Tumpak Sewu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas destinasi wisata di Lumajang. Selain itu, promosi dan pengembangan objek wisata lain juga akan terus diperkuat.

“Ke depan, kami berharap wisatawan tidak hanya mengenal Tumpak Sewu, tetapi juga mengeksplorasi berbagai potensi wisata lain yang dimiliki Lumajang. Dengan begitu, manfaat kehadiran wisatawan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.***