banner 728x90
Berita

Sempat Disorot soal Pendapatan, Purnomo Polisi Baik Nonaktifkan AdSense

×

Sempat Disorot soal Pendapatan, Purnomo Polisi Baik Nonaktifkan AdSense

Sebarkan artikel ini

LAMONGAN,- Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan sekaligus pemilik kanal YouTube Purnomo Belajar Baik, memilih menonaktifkan fitur AdSense pada kanal miliknya mulai Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah Purnomo sempat berencana menutup seluruh akun media sosialnya, terutama kanal YouTube yang selama ini digunakan untuk membagikan berbagai kegiatan sosial.

Purnomo mengatakan, rencana itu muncul setelah dirinya didatangi seseorang yang mempertanyakan mengenai pendapatan dari aktivitas kanal YouTube miliknya.

“Terkait viralnya postingan saya di Instagram, memang kemarin saya sempat ingin menutup semua akun, khususnya channel YouTube,” ungkap Purnomo, dikutip Rabu (30/9/2026).

Meski demikian, Purnomo menegaskan orang yang datang menemuinya bukan berasal dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ia juga memastikan dirinya bersama seluruh anggota keluarganya merupakan wajib pajak yang taat.

“Saya sampaikan sekali lagi saya tidak didatangi orang pihak pajak. Alhamdulillah saya sekeluarga taat pajak,” ujarnya.

Setelah mempertimbangkan kembali, Purnomo mengurungkan niat untuk menutup kanal tersebut. Ia memilih menonaktifkan AdSense agar tidak lagi mendapatkan pemasukan dari iklan YouTube.

Menurut Purnomo, langkah tersebut sekaligus untuk menegaskan bahwa aktivitas sosial yang selama ini dilakukannya bukan bertujuan memperoleh keuntungan pribadi.

“Jadi kalau ada orang yang nanya, kegiatannya Pak Purnomo itu bukan untuk mencari kepentingan, keuntungan, memperkaya diri sendiri, tetapi murni membantu orang lain,” katanya.

Ia juga ingin menghindari munculnya anggapan negatif dari masyarakat. Sebab, beberapa pihak disebut menduga kegiatan sosial yang ditampilkan melalui kanal YouTube tersebut berkaitan dengan pendapatan dari iklan.

“Sekarang kegiatan sosialnya makin banyak, pendapatannya YouTube turun. Jadi untuk menghindari fitnah saya tutup pendapatannya. Jadi YouTube saya nanti enggak ada AdSense-nya,” tuturnya.

Purnomo yang menjabat sebagai Kanit Binpolmas Satbinmas Polres Lamongan itu memastikan tidak akan mengambil penghasilan dari kanal Purnomo Belajar Baik.

Ia menyebut kegiatan sosial yang dilakukan selama ini tetap berjalan dengan mengandalkan warga yang secara sukarela ingin menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau ada yang nanya ‘Purnomo bikin kegiatan sosial lewat YouTube karena dapat duit’, saya pastikan tidak. Karena mulai awal bulan depan pendapatan AdSense YouTube saya saya nonaktifkan,” tegasnya.

Di sisi lain, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim II memberikan klarifikasi terkait pihak yang sebelumnya mendatangi Purnomo.

Humas Kanwil DJP Jatim II Karsita memastikan orang tersebut bukan merupakan petugas dari instansi pajak. Ia juga menyebut Purnomo sebagai wajib pajak yang patuh.

“Agar bisa mengklarifikasi terkait akun media sosial Pak Purnomo yang AdSense-nya dinonaktifkan karena didatangi seseorang. Dari postingan ini sangat jelas yang datang adalah bukan dari pajak, karena Pak Purnomo sendiri adalah wajib pajak taat pajak,” tulis Karsita dalam keterangannya.

Kanal YouTube Purnomo Belajar Baik sendiri dibuat sejak Desember 2014. Hingga berita ini ditulis, kanal tersebut telah memiliki sekitar 2,7 juta subscriber.

Jumlah unggahannya mencapai lebih dari 5.300 video dengan total penayangan sekitar 634,5 juta kali.

Sementara itu, akun Instagram @purnomopolisibaik tercatat memiliki sekitar 975 ribu pengikut. Akun tersebut juga telah mengunggah lebih dari 13 ribu konten.***