banner 728x90
News

Petir Hantam Transmisi Jambi, Listrik di Sejumlah Wilayah Sumatera Padam Total

×

Petir Hantam Transmisi Jambi, Listrik di Sejumlah Wilayah Sumatera Padam Total

Sebarkan artikel ini
Petugas PLN menggelar briefing kesiapan di GITET Bungo, Kabupaten Muara Bungo, Jambi sebelum meneruskan proses pemulihan sistem kelistrikan./ Foto: PT PLN

JAKARTA,- Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung memastikan pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera bukan akibat sabotase atau unsur kesengajaan. Gangguan tersebut disebut murni dipicu faktor cuaca ekstrem.

Blackout terjadi pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB. Sambaran petir di jaringan transmisi wilayah Jambi menjadi pemicu utama terganggunya sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Menurut Yuliot, gangguan pada transmisi membuat sistem kelistrikan Sumatera lumpuh secara menyeluruh. Sebab, pasokan listrik untuk wilayah Sumatera bagian utara masih bergantung pada suplai dari Sumatera bagian selatan.

“Tidak ada unsur kesengajaan. Kejadiannya murni karena kondisi alam,” kata Yuliot dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).

Sementara itu, Direktur Transmisi PLN, Edwin Nugraha Putra menjelaskan hujan deras disertai petir dan angin kencang memicu fenomena power swing pada jaringan transmisi 275 kV New Aur Duri di Muaro Jambi.

Gangguan tersebut membuat sistem proteksi otomatis bekerja dengan memutus aliran listrik. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih luas pada infrastruktur kelistrikan.

Akibat pemutusan otomatis itu, sejumlah wilayah seperti Jambi, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara hingga Aceh mengalami kehilangan pasokan listrik. Namun, wilayah Lampung dan sebagian besar Palembang dilaporkan tetap aman dari pemadaman.

PLN kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh pada jaringan transmisi sebelum proses pemulihan dilakukan secara bertahap. Hingga Minggu (24/5/2026) pukul 06.00 WIB, sebanyak 176 gardu induk terdampak disebut telah kembali normal.

Pasokan listrik ke rumah pelanggan pun berangsur pulih seiring normalisasi sistem interkoneksi Sumatera.***