banner 728x90
Daerah

Jembatan Curah Bubur I Segera Diperbaiki, Bupati Probolinggo Singgung Sampah Warga

×

Jembatan Curah Bubur I Segera Diperbaiki, Bupati Probolinggo Singgung Sampah Warga

Sebarkan artikel ini
Bupati Haris (kanan) saat monev di Jembatan Curah Bubur I di ruas Jalan Paras–Klenang Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan./ Foto: bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris melakukan monitoring dan evaluasi (monev) perbaikan Jembatan Curah Bubur I di ruas Jalan Paras-Klenang Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Haris didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan, Camat Tegalsiwalan, serta sejumlah pejabat terkait.

Pemkab Probolinggo berencana melakukan perbaikan pada jembatan tersebut. Selain itu, kawasan sekitar jembatan juga akan dilengkapi penerangan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Namun, saat monev, Bupati Haris tidak hanya menyoroti kondisi jembatan. Ia juga prihatin melihat banyaknya sampah yang dibuang sembarangan di bawah maupun sekitar jembatan.

“Yang kita lihat saat ini tidak cuma monev jembatan yang akan kita bangun, tetapi kita juga prihatin melihat sampah-sampah seperti ini,” ujar Bupati Haris.

Jembatan Curah Bubur I di ruas Jalan Paras–Klenang Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan./ Foto: bolinggo.co

Orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo ini juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan. Menurutnya, kepedulian tersebut penting agar lingkungan tetap baik dan dapat dinikmati generasi berikutnya.

“Saya berharap masyarakat sama-sama menyayangi apa yang kita pijak, apa yang kita hidup di dalamnya. Anak cucu kita harus bisa merasakan sesuatu yang lebih baik dari kita,” katanya.

Haris juga mengajak generasi muda untuk memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Ia meminta persoalan sampah tidak dianggap sebagai masalah pemerintah semata.

“Jangan sampai kita yang memulai dengan merusak seperti ini. Saya ingin mengajak anak-anak muda, terutama yang punya rasa empati terhadap keadaan alam kita,” tegasnya.

Menurut Haris, persoalan sampah masih menjadi tantangan. Pemerintah daerah terus melakukan edukasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), meski perubahan perilaku masyarakat dinilai membutuhkan waktu.

“Kami sangat prihatin. Nanti saya minta edukasi terus dilakukan. DLH juga melakukan edukasi, tetapi memang tidak mudah,” jelasnya.

Selain edukasi, Pemkab Probolinggo juga terus mendorong ketersediaan tempat pembuangan sampah. Penambahan TPS dan TPA diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan sampah di tengah masyarakat.

“Semoga ketersediaan TPS dan TPA yang segera kita mulai dan terus kita perbanyak nanti bisa mengurangi. Tetapi yang paling penting adalah mindset dan edukasi,” pungkasnya.***