PROBOLINGGO,- Tradisi karapan kelinci kembali digelar di Desa Tambelang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Minggu 16 Agustus 2026. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Nurohman Foundation.
Ajang tersebut diikuti 162 peserta. Mereka datang dari berbagai daerah, mulai Probolinggo, Lumajang, Jember hingga Madura.
Panitia pelaksana, Maulana Guntur, mengatakan karapan kelinci di Tambelang sudah berlangsung sejak 2005. Sementara lokasi yang digunakan saat ini telah menjadi arena kerapan sekitar 10 tahun.
“Karapan kelinci ini sudah berjalan sejak 2005. Kalau lapangan yang sekarang digunakan, kurang lebih sudah sekitar 10 tahun,” kata Maulana, Selasa (18/8/2026).
Dalam perlombaan tersebut, tiga ekor kelinci dapat berpacu secara bersamaan. Lintasan yang digunakan memiliki panjang sekitar 100 meter.
Menurut Maulana, peserta tidak dibebani persyaratan khusus. Keikutsertaan dalam perlombaan menggunakan sistem tiket.
“Tidak ada persyaratan khusus karena acara ini sistem tiket. Jadi yang menang sebelumnya tentunya sudah punya tiket untuk mengikuti ajang yang lebih bergengsi,” ujarnya.
Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah berkumpulnya para penghobi kelinci. Peserta dari berbagai daerah turut meramaikan suasana perlombaan.
Kehadiran peserta dan penonton dari luar daerah juga memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Perputaran ekonomi terlihat dari aktivitas warga selama kegiatan berlangsung.
Maulana berharap pemerintah ikut memberikan perhatian terhadap keberlangsungan kerapan kelinci. Dukungan tersebut, menurutnya, diperlukan agar kegiatan serupa dapat terus digelar.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif, agar agenda-agenda seperti ini bisa terus dijalankan. Karena nantinya ini bisa menjadi tradisi,” pungkasnya.***















