banner 728x90
Daerah

Pasien Diduga Terlantar Lebih 30 Jam hingga Meninggal, Gus Haris Sidak RSUD Waluyo Jati

×

Pasien Diduga Terlantar Lebih 30 Jam hingga Meninggal, Gus Haris Sidak RSUD Waluyo Jati

Sebarkan artikel ini
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris saat melakukan sidak di RSUD Waluyo Jati Kraksaan./ Foto: bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Viral di TikTok, pelayanan RSUD Waluyo Jati Kraksaan menjadi sorotan Pemkab Probolinggo. Bupati Mohammad Haris atau Gus Haris pun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (14/9/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan fakta di balik keluhan keluarga pasien yang ramai di media sosial. Pasien disebut meninggal dunia setelah diduga terlantar selama lebih dari 30 jam.

Gus Haris mengatakan, pihaknya telah meminta penjelasan dari keluarga pasien sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin terburu-buru menyimpulkan hanya berdasarkan video yang beredar.

“Sebelum kami ke sini, kami telah meminta penjelasan kepada pihak keluarga korban,” ujar Gus Haris kepada awak media.

Pemkab juga akan mengaudit pelayanan terhadap pasien yang menjadi sorotan tersebut. Audit diperlukan untuk mengetahui secara jelas kronologi dan pihak yang bertanggung jawab jika ditemukan adanya kesalahan.

“Setelah video yang viral terkait pelayanan di RS Waluyo Jati, kami langsung melakukan sidak dan akan melakukan audit agar ketemu siapa yang sebenarnya salah,” katanya.

Gus Haris menegaskan, pemerintah daerah belum menentukan pihak yang dianggap bersalah. Ia memilih menunggu hasil pemeriksaan agar keputusan yang diambil berdasarkan fakta.

“Kami tidak mau menyimpulkan untuk hari ini, karena kami tidak mau salah dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

Sebelumnya, sebuah video dari akun TikTok @Sabri7015 viral setelah seorang pria menyampaikan keluhan terkait penanganan pasien yang disebut sebagai keluarganya.

Dalam video tersebut, pria itu menuding pelayanan sejumlah dokter tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ia juga menyebut pasien sempat berada dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Unggahan itu kemudian mendapat perhatian luas dari warganet. Video tersebut telah mengumpulkan hampir 2.000 tanda suka dan dibagikan lebih dari 500 kali.

Pihak RSUD Waluyo Jati sebelumnya telah memberikan klarifikasi atas tudingan tersebut. Rumah sakit membantah adanya penelantaran pasien.

Manajemen rumah sakit menyebut pasien datang dalam kondisi cedera berat dan telah mendapat sejumlah tindakan medis. Di antaranya pemeriksaan, operasi, transfusi darah, pemasangan WSD, hingga perawatan di ruang ICU.

Selain itu, evaluasi juga dilakukan oleh tim medis sesuai dengan kondisi klinis pasien. RSUD Waluyo Jati kini melalui Komite Medik melakukan telaah terhadap seluruh proses pelayanan. Pemeriksaan mencakup kronologi kejadian hingga rekam medis pasien.

Gus Haris mengatakan, hasil audit akan menjadi dasar Pemkab Probolinggo dalam menentukan kebijakan selanjutnya. “Nanti kalau memang hasil audit pelayanan yang salah, maka manajemen RS Waluyo Jati akan berubah,” tegas Gus Haris.***