PROBOLINGGO,- Seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sempat bikin onar hingga meresahkan warga di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya mendapat penanganan dari petugas, Senin (7/9/2026).
ODGJ tersebut sebelumnya dilaporkan melakukan perusakan di rumah. Ia juga disebut sempat melakukan tindakan kekerasan terhadap warga di sekitar tempat tinggalnya.
Petugas program kesehatan jiwa Puskesmas Krejengan kemudian berkoordinasi dengan lintas sektor setelah yang bersangkutan ditemukan berada di pinggir jalan.
Kepala Puskesmas Krejengan, Nurul Avif Dwi Sukmana, mengatakan penanganan dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.
“Kami bersama petugas program kesehatan jiwa berkoordinasi dengan lintas sektor untuk melakukan penanganan terhadap ODGJ yang ditemukan di jalan,” kata Nurul.
Selain menangani ODGJ tersebut, petugas juga memberikan edukasi kepada pihak keluarga. Keluarga diminta ikut menjaga, mengawasi, dan mendampingi yang bersangkutan dalam proses penanganan selanjutnya.
“Kami juga memberikan edukasi kepada keluarga agar bersama-sama menjaga, mengawasi dan mendampingi ‘tersayang’ dalam penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Nurul menjelaskan, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam proses penanganan ODGJ. Dengan keterlibatan keluarga, kondisi pasien dapat terus dipantau sehingga penanganan bisa dilakukan secara lebih terarah.
“Dukungan keluarga sangat penting agar kondisi yang bersangkutan tetap terpantau dan penanganannya dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Menurutnya, penanganan persoalan kesehatan jiwa tidak dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan seorang diri. Diperlukan sinergi antara petugas kesehatan, keluarga, serta lintas sektor agar proses penanganan berlangsung aman dan berkelanjutan.
“Kita tidak bisa menangani persoalan seperti ini sendiri. Diperlukan kerja sama antara petugas kesehatan, keluarga dan lintas sektor agar penanganannya bisa dilakukan secara aman, tepat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membuat proses penanganan berjalan lebih optimal.
Selain membantu pemulihan pasien, sinergi tersebut juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat di sekitarnya.
“Dengan dukungan keluarga, tenaga kesehatan dan lintas sektor diharapkan proses penanganan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan perlindungan bagi pasien dan masyarakat,” pungkasnya.***















