JAKARTA,- Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan antara ASEAN dan Amerika Serikat (AS). Hubungan tersebut dinilai menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas dan pembangunan kawasan.
Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam pertemuan tahunan Menteri Luar Negeri ASEAN-AS di Manila, Filipina, Rabu (22/7/2026). Ia menekankan kerja sama harus dibangun dengan kepastian kebijakan dan konsistensi.
Menurut Sugiono, kemitraan ASEAN-AS tidak boleh goyah oleh dinamika global. Terlebih, kedua pihak akan menyongsong 50 tahun hubungan pada 2027.
“Karena inilah kita bekerja sama: untuk memperkuat keamanan, menjaga kestabilan maritim, dan mempertahankan kesejahteraan bersama,” ujar Sugiono.
Ia menyebut Amerika Serikat merupakan mitra penting bagi ASEAN. Peran AS signifikan sebagai sumber investasi dan mitra dagang utama kawasan Asia Tenggara.
Sugiono menambahkan, kedua pihak memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas perdagangan. Selain itu, penguatan rantai pasok dan akses pasar juga menjadi prioritas.
“ASEAN memandang penting kerja sama dengan AS, terutama dalam memastikan perdagangan yang stabil dan akses pasar yang luas,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memperkuat hubungan antarmasyarakat dan dunia usaha. Hal tersebut dinilai menjadi fondasi keberlanjutan kerja sama jangka panjang.
Menurutnya, peran lembaga seperti US-ASEAN Business Council (USABC) dan Pusat ASEAN-AS sangat strategis. Terutama dalam pengembangan sektor ekonomi digital.
Di sisi lain, Sugiono juga menyoroti ancaman kejahatan lintas batas. Ia mengingatkan meningkatnya risiko kejahatan siber seiring kemajuan teknologi.
“Seiring dengan kemajuan konektivitas digital, kita juga perlu memastikan ekosistem digital yang aman dan terpercaya,” tegasnya.
Sugiono mendorong agar ASEAN dan AS terus memperkuat dialog dan kerja sama konkret. Upaya tersebut dinilai telah terbukti mendukung pembangunan kawasan selama beberapa dekade.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga Sentralitas ASEAN. Prinsip tersebut harus tetap menjadi landasan dalam setiap kerja sama.
“Inilah makna sejati Sentralitas ASEAN yang harus terus memandu langkah kita ke depan,” ujarnya.
Selain itu, Menlu RI turut menyinggung situasi global, khususnya di Timur Tengah. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi multilateralisme dan hukum internasional.
Sugiono kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina. Ia juga mendorong upaya perdamaian di kawasan tersebut.
Sebagai informasi, hubungan ASEAN-AS telah meningkat menjadi kemitraan strategis komprehensif sejak 2022. Kerja sama ini terus berkembang di berbagai sektor.
Pada 2025, nilai perdagangan ASEAN-AS tercatat mencapai 552,8 miliar dolar AS. Sementara investasi AS ke ASEAN mencapai 28,56 miliar dolar AS.***















