banner 728x90
Nasional

Rumor Menkeu Diganti Dibantah, IHSG dan Rupiah Kompak Menguat

×

Rumor Menkeu Diganti Dibantah, IHSG dan Rupiah Kompak Menguat

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa./ Foto: Istimewa

JAKARTA,- Penguatan signifikan terjadi di pasar keuangan domestik pada Selasa (9/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sama-sama ditutup di zona hijau seiring meredanya spekulasi reshuffle kabinet.

Rupiah ditutup menguat ke level Rp18.058 per dolar AS. Mata uang domestik naik 129,5 poin atau 0,71 persen setelah sebelumnya sempat tertekan hingga Rp18.234 per dolar AS.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Sementara itu, IHSG melonjak tajam. Indeks menguat 404,51 poin atau 7,57 persen ke level 5.746,65 pada penutupan perdagangan.

Ekonom STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, menilai pasar merespons positif klarifikasi pemerintah terkait isu pergantian Menteri Keuangan yang dinyatakan tidak benar.

“Rumor pergantian Menteri Keuangan sempat meningkatkan ketidakpastian di pasar. Saat isu itu dibantah, kepercayaan investor mulai pulih karena arah kebijakan fiskal dinilai tetap konsisten,” ujar Aditya, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, kepastian kebijakan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar. Investor cenderung menahan diri ketika muncul ketidakpastian, terutama terkait arah kebijakan ekonomi.

“Pasar keuangan sensitif terhadap ketidakpastian. Kepastian bahwa tidak ada perubahan mendadak di posisi strategis memberi sinyal positif bagi investor,” jelasnya.

Ia menambahkan, koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia juga menjadi perhatian pelaku pasar. Konsistensi kebijakan dinilai penting untuk menjaga stabilitas rupiah dan pasar keuangan.

Di sisi lain, penguatan pasar juga didorong aksi beli investor. Kondisi ini terjadi setelah tekanan yang dialami pada perdagangan sebelumnya.

IHSG dan rupiah sempat melemah sehari sebelumnya. Penurunan tersebut dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi beli atau buy on weakness.

Langkah itu mendorong terjadinya rebound. Seiring meredanya sentimen negatif, pasar kembali bergerak naik.

Meski demikian, Aditya menegaskan bahwa penguatan ini tidak hanya dipicu satu faktor. Ada berbagai variabel lain yang turut memengaruhi pergerakan pasar.

“Penguatan IHSG dan rupiah juga dipengaruhi arus modal asing, sentimen global, serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter dan fiskal,” tegasnya.

Sementara itu, pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Esther Sri Astuti, menilai stabilitas kebijakan menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.

“Penguatan rupiah sangat bergantung pada masuknya aliran modal asing dan ketersediaan devisa. Jika keduanya terjaga, tekanan terhadap rupiah bisa diminimalkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, investor global mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menanamkan modal di suatu negara.

“Kepastian hukum, prospek ekonomi, ketersediaan bahan baku, ekosistem industri, hingga infrastruktur menjadi faktor utama yang dilihat investor,” paparnya.

Esther menambahkan, stabilitas di level kementerian memberikan sinyal positif bagi pasar. Hal ini dinilai mampu menekan ketidakpastian dalam jangka pendek.

Dengan meredanya isu politik dan membaiknya sentimen pasar, kepercayaan investor terhadap ekonomi domestik pun mulai kembali menguat.***