banner 728x90
Daerah

Perputaran Ekonomi Idul Adha di Probolinggo Tembus Rp25,3 Miliar

×

Perputaran Ekonomi Idul Adha di Probolinggo Tembus Rp25,3 Miliar

Sebarkan artikel ini
Penjual hewan kurban./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Aktivitas penyembelihan hewan kurban mendorong perputaran uang hingga puluhan miliar rupiah.

Berdasarkan pendataan Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo hingga hari tasyrik terakhir, tercatat sebanyak 3.899 ekor ternak dipotong di 184 titik pemotongan yang tersebar di berbagai kecamatan.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto, mengungkapkan bahwa nilai ekonomi dari pelaksanaan kurban tahun ini diperkirakan mencapai Rp25,3 miliar.

“Kalau kita perkirakan berdasarkan harga rata-rata ternak yang beredar di lapangan, maka perputaran ekonomi selama Idul Adha 1447 Hijriyah di Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar Rp25.347.500.000,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Ia menegaskan bahwa Idul Adha tidak hanya bermakna ibadah, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa momentum kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Nikolas merinci, estimasi tersebut dihitung dari harga rata-rata sapi jantan sekitar Rp25 juta per ekor dan sapi betina sekitar Rp22 juta per ekor.

“Dengan jumlah 603 ekor sapi jantan dan 86 ekor sapi betina, nilai transaksi sektor sapi diperkirakan mencapai hampir Rp17 miliar,” terangnya.

Sementara itu, untuk komoditas domba, digunakan asumsi harga rata-rata Rp2,5 juta per ekor, meskipun harga di lapangan bervariasi.

“Untuk domba, perhitungan menggunakan harga rata-rata Rp2,5 juta per ekor meskipun di lapangan harga sebenarnya berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp6 juta. Dengan jumlah 2.499 ekor, nilai transaksi domba diperkirakan mencapai lebih dari Rp6,2 miliar,” ungkapnya.

Adapun kambing yang terdata sebanyak 711 ekor dihitung menggunakan harga rata-rata Rp3 juta per ekor. “Sehingga menghasilkan nilai transaksi lebih dari Rp2,1 miliar,” tambahnya.

Nikolas menambahkan bahwa angka tersebut masih bersifat konservatif karena menggunakan harga rata-rata yang relatif lebih rendah dibandingkan harga riil di lapangan.

“Angka ini masih berupa estimasi konservatif karena kami menggunakan harga rata-rata yang relatif rendah dibandingkan harga jual riil di lapangan. Jadi nilai ekonomi yang sebenarnya bisa lebih besar,” tegasnya.

Ia menilai, perayaan Idul Adha menjadi salah satu penggerak penting sektor peternakan yang berdampak langsung pada ekonomi daerah.

“Idul Adha ternyata benar-benar menggerakkan perekonomian masyarakat. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada, perputaran uang lebih dari Rp25 miliar menunjukkan bahwa sektor peternakan tetap memiliki peran strategis bagi Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.***