banner 728x90
Nasional

Indonesia Tegaskan Terbuka untuk Investasi Digital, Perlindungan Data Tetap Prioritas

×

Indonesia Tegaskan Terbuka untuk Investasi Digital, Perlindungan Data Tetap Prioritas

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria./ Foto: Komdigi

JAKARTA,- Pemerintah kembali menegaskan komitmen membuka investasi digital global. Perlindungan data pribadi tetap jadi prioritas utama.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. Ia berbicara saat menerima audiensi American Chamber of Commerce in Indonesia dan U.S. Chamber of Commerce di Jakarta.

Menurut Nezar, Indonesia memberi ruang aman bagi pelaku usaha. Di sisi lain, masyarakat tetap dilindungi.

“Indonesia adalah tempat yang aman untuk berinovasi bagi pelaku usaha, sekaligus memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa data pribadi mereka terlindungi dan privasinya dihormati,” ujarnya, dikutip Minggu (3/5/2026).

Ia menilai Indonesia berada di momentum strategis. Pertumbuhan ekonomi digital terus menunjukkan tren positif.

Infrastruktur digital juga semakin merata. Konektivitas menjadi kunci percepatan transformasi.

Pemerintah memproyeksikan nilai ekonomi digital mendekati 100 miliar dolar AS pada 2025. Pendorong utamanya sektor perdagangan berbasis video dan layanan keuangan digital.

Regulasi terus diperbaiki agar lebih jelas. Kepastian hukum dinilai penting bagi investor.

Kerja sama internasional juga diperkuat. Salah satunya melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat.

Di tengah pertumbuhan itu, perlindungan masyarakat tetap diutamakan. Pemerintah tidak mengabaikan aspek keamanan.

Hal ini diperkuat lewat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Aturan ini menjadi dasar perlindungan data di Indonesia.

Selain itu, pemerintah menyiapkan pengembangan kecerdasan artifisial. Termasuk peta jalan nasional dan etika AI.

Perlindungan anak di ruang digital juga diperketat. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025.

Kolaborasi lintas sektor terus dilakukan. Pemerintah menggandeng platform digital, institusi pendidikan, dan masyarakat.

Nezar pun mengajak pelaku industri global menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis. Fokusnya pada jangka panjang.

“Indonesia terbuka untuk bisnis, namun yang lebih penting, kami terbuka untuk kemitraan yang berkelanjutan, berorientasi pada pengembangan talenta, serta inovasi yang beretika,” tegasnya.***