banner 728x90
Daerah

Isu Sampah dan Banjir Disorot, Sampoerna Kraksaan Perkuat Kolaborasi Lingkungan

×

Isu Sampah dan Banjir Disorot, Sampoerna Kraksaan Perkuat Kolaborasi Lingkungan

Sebarkan artikel ini
PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan menggelar Stakeholder Meeting./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan menggelar Stakeholder Meeting dalam rangka penerapan Standar Alliance for Water Stewardship (AWS), Rabu (29/4/2026) di Ballroom Utama Raya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Forum tersebut juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Manager Manufacturing Sustainability PT HM Sampoerna Tbk, Sulung Prasetyo, menyampaikan bahwa pelaksanaan Stakeholder Meeting ini telah memasuki tahun kedua. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam proses sertifikasi AWS.

“Tahun lalu PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan telah mendapatkan sertifikat AWS. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan berkontribusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, sepanjang 2025 sejumlah program telah dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen lingkungan. Program tersebut meliputi sosialisasi perilaku hidup bersih, gerakan angkat sampah dan sedimen, hingga pengembangan TPS.

“Fokus utama kami adalah pengelolaan sampah dan penanganan banjir di sekitar catchment area serta wilayah sekitar pabrik,” jelasnya.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Probolinggo, Mishul Sauliyah Fitriawati, menegaskan bahwa persoalan sampah membutuhkan sinergi semua pihak. Menurutnya, peran masyarakat menjadi faktor penting dalam pengurangan timbulan sampah.

“Pengelolaan sampah di Kabupaten Probolinggo tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan komitmen bersama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah.

“Edukasi harus terus dilakukan karena masyarakat merupakan sumber utama timbulan sampah,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan PUSDA Provinsi Jawa Timur, Era Silvia, menyoroti banjir yang terjadi pada Februari 2026. Bencana tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga terdampak akibat luapan sungai.

Sebagai langkah penanganan, pihaknya melakukan normalisasi Sungai Kertosono. Selain itu, penguatan tebing sungai juga dilakukan untuk mengurangi risiko banjir.

“Normalisasi sungai dilakukan untuk mengembalikan kapasitas aliran, sekaligus memperkuat tebing agar kejadian serupa dapat diminimalkan,” jelasnya.

Manager Hand-Rolled PT HM Sampoerna Plant Kraksaan, Hendriawan Arief Wibowo, menegaskan bahwa persoalan sampah dan banjir dapat ditekan melalui pengelolaan yang baik dan kolaborasi.

“Pengelolaan sampah yang baik juga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Yang terpenting adalah kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Khususnya dalam aspek pengelolaan air dan dampaknya bagi masyarakat sekitar.

Forum ini dihadiri oleh unsur pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini menjadi wadah bersama dalam memperkuat sinergi menjaga lingkungan di Kabupaten Probolinggo.***