banner 728x90
Nasional

Menteri Bahlil Pastikan Gas Melon Tetap Murah, Harga Nonsubsidi Justru Melonjak

×

Menteri Bahlil Pastikan Gas Melon Tetap Murah, Harga Nonsubsidi Justru Melonjak

Sebarkan artikel ini
Pangkalan LPG./ Foto: Istimewa

JAKARTA,- Pemerintah memastikan harga LPG 3 kilogram atau gas melon tetap stabil. Kepastian ini disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di tengah penyesuaian harga LPG nonsubsidi.

Menurut Bahlil, stok LPG subsidi nasional saat ini berada di atas ambang batas minimum. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah tidak menaikkan harga, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Khusus untuk LPG yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional dan harganya tidak ada kenaikan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan, kebijakan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempertahankan harga energi bersubsidi. Langkah serupa juga diterapkan pada BBM jenis Pertalite dan Biosolar.

Bahlil menyebut, sejak program konversi LPG digulirkan pada 2007, harga LPG 3 kg relatif tidak mengalami kenaikan. Namun, ia mengakui masih adanya persoalan di tingkat distribusi yang memicu lonjakan harga di lapangan.

“Yang ada, itu dimainkan di distributor dan pangkalan. Ini yang akan kita tata agar subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” tegasnya.

Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi. Salah satunya terkait kebijakan penghapusan pengecer pada Februari 2025 yang sempat menimbulkan antrean panjang.

Sebagai langkah perbaikan, pengecer kini didorong untuk terdaftar resmi sebagai subpangkalan. Skema ini diharapkan dapat menekan harga di tingkat konsumen sekaligus memperbaiki distribusi.

Di sisi lain, harga LPG nonsubsidi mengalami penyesuaian. PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga LPG 12 kg sebesar 18,75 persen menjadi Rp228.000 per tabung sejak 18 April 2026.

Sementara itu, LPG ukuran 5,5 kg juga mengalami kenaikan menjadi Rp107.000 per tabung untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Bahlil menjelaskan, perubahan harga LPG nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar global. Penyesuaian tersebut merujuk pada fluktuasi harga energi internasional, termasuk acuan dari Saudi Aramco.

“Kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga. Kalau harga dunia naik, naik,” pungkasnya.***