PROBOLINGGO,- Maraknya isu begal atau kejahatan jalanan kembali meresahkan masyarakat di wilayah Probolinggo. Informasi yang beredar cepat di media sosial membuat situasi semakin memicu kekhawatiran publik.
Kabar dugaan aksi begal di kawasan Kademangan, Kota Probolinggo, dipastikan tidak benar. Informasi tersebut berasal dari tangkapan layar status WhatsApp yang viral tanpa melalui proses verifikasi.
Isu ini mulai ramai diperbincangkan sejak Kamis malam (16/4/2026). Banyak pengguna media sosial ikut menyebarluaskan narasi tersebut hingga menimbulkan kepanikan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainal Arifin, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak sesuai fakta. Ia memastikan tidak ada peristiwa begal yang terjadi pada hari itu.
“Tidak ada begal hari ini. Itu kecelakaan,” tegasnya, saat di konfirmasi oleh wartawan.
Dari informasi sementara, korban dalam video diketahui seorang perempuan. Ia diduga merupakan karyawan perusahaan tekstil Eratex bernama Lusi yang berasal dari wilayah Muneng.
Dalam video yang beredar, terlihat korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ia tampak memiliki bercak darah di pakaian saat dievakuasi ke dalam mobil.
Visual tersebut kemudian disalahartikan sebagai aksi pembegalan. Akibatnya, informasi yang belum pasti itu memicu keresahan di tengah masyarakat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga juga diminta lebih bijak dalam menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kepanikan.***













