banner 728x90
Daerah

Perawat di Probolinggo Ngaku Dibegal, Ternyata Hanya Rekayasa dan Minta Maaf

×

Perawat di Probolinggo Ngaku Dibegal, Ternyata Hanya Rekayasa dan Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan bernama Nugroho Priyo Wicaksono mengaku menjadi korban begal./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Dugaan kasus pembegalan terhadap seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan bernama Nugroho Priyo Wicaksono, akhirnya terkuak. Polisi memastikan laporan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Kanit Reskrim Polsek Kraksaan, Iptu Djuwantoro Setiyowadi, menyatakan pelapor telah mengakui sendiri bahwa cerita pembegalan yang dilaporkan sebelumnya tidak benar.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

“Yang bersangkutan sudah mengakui laporan tersebut tidak benar. Saat ini masih kami dalami terkait motif dan kronologi sebenarnya,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Selain itu, polisi juga mendalami asal luka yang sempat diklaim akibat aksi begal. Dari hasil pemeriksaan sementara, luka tersebut diduga bukan akibat pembacokan oleh orang lain.

“Dugaan sementara luka menggunakan benda tajam seperti silet. Yang bersangkutan tenaga kesehatan, sehingga memahami titik luka,” jelasnya.

Nugroho Priyo Wicaksono, warga Kraksaan, yang mengaku dibegal, mengaku telah merekayasa kejadian tersebut. Ia juga mengungkap telah menjual sepeda motor Honda Beat milik bapaknya seharga Rp1,5 juta.

“Hasil penjualan sepeda motor itu saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Untuk menutupi perbuatannya, Nugroho membuat skenario seolah-olah menjadi korban begal. Ia bahkan melukai dirinya sendiri.

“Saya melukai tangan dan kepala saya sendiri menggunakan silet, kemudian meminta bantuan seseorang yang tidak saya kenal untuk diantar berobat ke RS Waluyo Jati Kraksaan,” ujarnya.

Ia mengaku nekat melakukan hal tersebut karena desakan ekonomi keluarga. “Saya membuat cerita palsu telah dibegal karena kebutuhan ekonomi keluarga,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Nugroho menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pihak kepolisian atas kegaduhan yang terjadi.

“Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Probolinggo dan kepada kepolisian, khususnya Polres Probolinggo, atas informasi yang tidak benar tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, informasi pembegalan ini sempat menghebohkan warga. Kejadian itu disebut terjadi di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kraksaan pada Senin (1/6/2026) malam.***