banner 728x90
Islami

Keistimewaan Hajar Aswad, Batu Surga di Sudut Ka’bah

×

Keistimewaan Hajar Aswad, Batu Surga di Sudut Ka’bah

Sebarkan artikel ini
Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di sudut tenggara Ka’bah./ Foto: Istimewa

BOLINGGODOTCO,- Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di sudut tenggara Ka’bah, tempat paling mulia di Masjidil Haram. Bagi umat Islam, batu ini bukan sekadar benda fisik, melainkan simbol kesucian, pengampunan, dan perjanjian spiritual antara manusia dan Allah.

Dalam sejarah, Hajar Aswad disebut sebagai batu yang berasal dari surga dan memiliki keistimewaan luar biasa yang tidak dimiliki batu mana pun di bumi.

Menurut riwayat, Hajar Aswad diberikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Ibrahim AS saat beliau membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS.

Batu tersebut awalnya berwarna putih bersih, tetapi berubah menjadi hitam karena dosa-dosa manusia yang menyentuhnya.

Warna hitamnya kini menjadi simbol bahwa setiap manusia pernah berbuat salah, namun pintu taubat selalu terbuka lebar.

Keistimewaan lain dari Hajar Aswad adalah menjadi titik awal dalam melaksanakan tawaf. Setiap jamaah haji dan umrah diwajibkan memulai tawaf dari batu ini.

Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad adalah tangan kanan Allah di bumi, dengannya Dia berjabat tangan dengan hamba-hamba-Nya.”

Hadis ini menggambarkan bahwa mengangkat tangan atau mencium Hajar Aswad bukan hanya gerakan simbolik, tetapi bentuk pernyataan iman dan kedekatan spiritual kepada Allah SWT.

Dalam buku “Makkah: Kota Suci yang Dirindukan Umat” dijelaskan bahwa, “Hajar Aswad memberikan kesaksian di hari kiamat terhadap orang-orang yang telah mengangkat tangan padanya.”

Artinya, batu ini akan berbicara di hadapan Allah kelak, menjadi saksi atas amal kebaikan hamba-hamba-Nya yang dengan penuh keyakinan menghormati dan mengagungkan tanda kebesaran-Nya tersebut.

Selain itu, info haji juga menekankan pentingnya menjaga adab saat berada di sekitar Hajar Aswad. Banyak jamaah berdesakan demi mencium batu ini, padahal nilai ibadah bukan terletak pada berhasil menyentuhnya, melainkan pada keikhlasan niat.

Jika tidak memungkinkan mendekat, cukup mengangkat tangan ke arahnya sambil membaca takbir.

Hajar Aswad menjadi bukti nyata betapa besar cinta Allah kepada umatnya. Batu ini bukan hanya saksi sejarah pembangunan Ka’bah, tetapi juga simbol rahmat dan pengampunan ilahi.

Tak heran, dalam setiap info haji, Hajar Aswad selalu disebut sebagai salah satu keistimewaan paling dirindukan di Tanah Suci, tempat di mana doa dan harapan umat Islam dari seluruh penjuru dunia bertemu dalam satu titik suci.***