PROBOLINGGO,- Kepemimpinan di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo resmi berganti. Tongkat estafet diserahterimakan dari Mouna Sri Wahyuni kepada Joko Santoso.
Sebelumnya, Joko menjabat sebagai Kepala BPS Kabupaten Sumenep. Sementara Mouna mendapat amanah baru sebagai Kepala BPS Kabupaten Jombang.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan pentingnya data dalam perencanaan pembangunan. Menurutnya, seluruh program daerah disusun berbasis pemetaan yang terukur.
“Program-program di Kota Probolinggo kami susun dengan standar dan acuan yang jelas berdasarkan hasil pemetaan data. Tanpa data yang kuat, arah pembangunan akan sulit terukur,” ujarnya di Hotel Bromo View, Selasa (3/3/2026).
Ia juga mengajak seluruh pihak memaksimalkan peran data sebagai fondasi kebijakan. Dengan begitu, setiap milestone pembangunan dapat tercapai dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Mari kita manfaatkan data sebagai fondasi dalam mencapai milestone pembangunan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Dalam sambutan perpisahannya, Mouna Sri Wahyuni menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Probolinggo selama lebih dari dua tahun masa tugasnya. Ia menilai kolaborasi yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam menjaga kredibilitas lembaga.
“Setiap keputusan dan standar kerja yang kami terapkan semata-mata untuk menjaga marwah BPS agar tetap profesional dan dipercaya publik,” tuturnya.
Sementara itu, Joko Santoso menyampaikan komitmen melanjutkan fondasi kolaborasi yang telah dibangun. Ia mengapresiasi berbagai capaian BPS Kota Probolinggo dan siap memperkuat sinergi dengan perangkat daerah.
“Kami ingin memastikan setiap angka yang dihasilkan benar-benar memberi manfaat nyata dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah,” katanya.
Joko juga mengajak seluruh jajaran menjaga soliditas dan ritme kerja. Ia menekankan pentingnya inovasi agar BPS Kota Probolinggo semakin profesional dan adaptif terhadap kebutuhan pembangunan.***














