banner 728x90
Daerah

Anggota DPR RI Dini Rahmania Ajak Warga Borong Dagangan Pedagang Pasar Maron

×

Anggota DPR RI Dini Rahmania Ajak Warga Borong Dagangan Pedagang Pasar Maron

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI, Dini Rahmania belanja di pasar tradisional Kecamatan Maron./ Foto: bolinggo.co

PROBOLINGGO,- Pasar Maron, Kabupaten Probolinggo, mendadak lebih ramai dari biasanya. Sebanyak ratusan warga dari Kecamatan Tiris, Maron, Krucil, dan Krejengan datang berombongan sejak pagi, Selasa (3/3/2026).

Kedatangan mereka dipimpin langsung oleh Anggota DPR RI, Dini Rahmania dari Fraksi Partai NasDem. Agenda utamanya sederhana, yakni belanja bersama di pasar tradisional.

Ratusan wargapun langsung menyebar ke berbagai lapak-lapak pedagang. Sayur mayur, lauk pauk, hingga kebutuhan pokok diserbu dalam waktu singkat.

Dini mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar berbagi, melainkan mengajak warga berbelanja langsung.

“Hari ini saya mengajak keluarga besar kami (kader) untuk belanja langsung di Pasar Maron. Temanya belanja bersama supaya keluarga di rumah senang dan pasar semakin hidup,” ujarnya.

Ia berharap, bahan makanan yang dibeli bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga di rumah “Semoga yang belanja hari ini membawa makanan bergizi untuk keluarganya,” tambahnya.

Ratusan warga dari Kecamatan Tiris, Maron, Krucil, dan Krejengan datang berombongan untuk belanja di pasar./ Foto: bolinggo.co

Kehadiran rombongan besar itu sempat membuat pedagang terkejut. Salah satu pedagang sayur, Siti Aminah (45), mengaku tidak menyangka pasar akan seramai itu.

Baca Juga:  Konsolidasi Pemenangan Handal Bersinar di Cafee Probolinggo

“Saya sempat kaget, kok banyak orang belanja bareng-bareng berpakai baju putih dan rapi-rapi. Biasanya pasar tidak seramai ini,” katanya.

Namun rasa kaget Aminah yang merupakan warga setempat sangat syukur. Dagangannya banyak yang beli. “Alhamdulillah, saya bersyukur sekali mas,” ujarnya.

Dini menegaskan, pasar tradisional dipilih agar perputaran uang langsung dirasakan pedagang kecil.

“Saya lebih memilih mengajak belanja langsung ke pasar. Kalau ingin ekonomi hidup, maka belanjanya harus di pasar tradisional,” tegasnya.

Menurut Dini, beberapa pasar tradisional mulai sepi pembeli. Kondisi itu mendorongnya membuat gerakan belanja bersama.

“Saya ingin pasar tradisional makin hidup, karena dari sinilah perekonomian masyarakat bergerak,” katanya.

Kegiatan serupa rencananya akan digelar rutin di pasar lain di Kabupaten Probolinggo. Harapannya, pedagang kecil terbantu dan ekonomi lokal terus tumbuh.***