banner 728x90
Daerah

Warga Probolinggo Digegerkan Penemuan Kakek di Jurang Hutan Tiris

×

Warga Probolinggo Digegerkan Penemuan Kakek di Jurang Hutan Tiris

Sebarkan artikel ini
Seorang kakek-kakek ditemukan dalam kondisi lemas di kawasan hutan kecamatan Tiris./ Foto: Istimewa

PROBOLINGGO,- Seorang kakek-kakek ditemukan dalam kondisi lemas di kawasan hutan Dusun Darungan, Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Kamis (18/6/2026).

Kakek yang diperkirakan berusia sekitar 70 tahun itu pertama kali ditemukan warga saat hendak menuju kebun. Saat itu, warga mendengar suara meminta tolong dari arah jurang dan langsung melakukan pengecekan.

Kapolsek Tiris Iptu Syamsul Arifin mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan dari masyarakat. Polisi juga berkoordinasi dengan sejumlah Polsek di wilayah perbatasan.

“Kami menerima laporan adanya penemuan seorang kakek di wilayah Desa Tlogosari. Anggota sudah melakukan penanganan dan koordinasi dengan sejumlah Polsek di wilayah perbatasan untuk mengidentifikasi yang bersangkutan,” katanya.

Dari hasil komunikasi awal, korban diduga mengalami pikun. Sebab, keterangan yang disampaikan berubah-ubah saat ditanya mengenai asal daerahnya.

“Kalau ditanya, beliau menjawab. Tetapi karena faktor usia, diduga sudah pikun. Kadang menyebut Mumbulsari, kadang menyebut Seboro,” ujar Syamsul.

Meski demikian, polisi menduga korban merupakan warga Desa Seboro, Kabupaten Jember. Untuk memastikan hal tersebut, koordinasi telah dilakukan dengan kepolisian setempat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek setempat dan saat ini pihak keluarga yang diduga berasal dari Seboro sedang menuju lokasi untuk memastikan identitas korban,” imbuhnya.

Sementara itu, kondisi kesehatan korban berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan. Korban kini sudah lebih responsif dan mampu berkomunikasi dengan lebih baik.

Hingga Kamis malam, polisi masih menunggu kedatangan keluarga korban. Petugas juga mendalami penyebab korban bisa berada seorang diri di kawasan hutan yang cukup jauh dari permukiman warga.***