PROBOLINGGO,- Kota Probolinggo masuk enam besar nominator terbaik Pencegahan Perkawinan Anak (PPA Award) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Tim penilai provinsi pun datang untuk melakukan verifikasi lapangan.
Penilaian dilakukan dengan melihat langsung program, inovasi, serta kolaborasi yang dijalankan pemerintah daerah dalam menekan angka perkawinan anak.
Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, mengatakan pencegahan perkawinan anak menjadi perhatian serius pemerintah kota. Berbagai langkah terus diperkuat untuk menyelesaikan persoalan dari hulunya.
“Berbagai program dan inovasi terus diperkuat untuk menyentuh akar persoalan, mulai dari pendidikan, ketahanan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, perlindungan anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, pemerintah membangun sinergi mulai dari keluarga hingga perangkat daerah.
“Upaya pencegahan perkawinan anak tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu kami membangun ekosistem perlindungan anak yang mencakup seluruh elemen, mulai dari keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, hingga perangkat daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur, Sufi Agustini, menilai Kota Probolinggo memiliki komitmen yang baik dalam upaya pencegahan perkawinan anak.
“Penanganan perkawinan anak harus melibatkan semua unsur. Kami melihat Kota Probolinggo memiliki berbagai inovasi dan kolaborasi yang kuat sehingga berpotensi menjadi praktik baik yang dapat direplikasi oleh daerah lain,” ungkapnya.
Hasil verifikasi ini akan menjadi salah satu penentu dalam penilaian akhir PPA Award 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur.***













