PROBOLINGGO,- Reno Handoyo resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo periode 2026-2030 dalam Musorkab 2026 di Auditorium Madakaripura, Sabtu (1/8/2026).
Ketua Musorkab, Muchlis, memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme organisasi. Agenda utama dalam forum tersebut adalah pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo.
Dari hasil penjaringan, hanya satu calon yang memenuhi syarat dukungan. Reno Handoyo mengantongi dukungan lebih dari 50 persen plus satu suara, sehingga ditetapkan secara aklamasi.
“Melalui sidang Musorkab, Reno Handoyo ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo,” ujar Muchlis.
Usai terpilih, Reno menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun prestasi olahraga daerah. Menurutnya, capaian prestasi tidak bisa diraih tanpa kekompakan seluruh elemen.
“Kita akan melakukan sesuatu yang lebih berprestasi. Harapan kami semuanya kompak dan guyub. Prestasi tidak akan terwujud tanpa dukungan dan kebersamaan seluruh pihak,” ujar Reno.
Ia juga menyiapkan langkah konkret, salah satunya dengan menggandeng dunia usaha, investor, serta memaksimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembinaan atlet.
“Kami akan membangun komunikasi dengan dunia usaha agar dapat berkontribusi dalam pengembangan olahraga daerah,” tambahnya.
Musorkab tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari DPRD, Sekretaris Daerah, pengurus KONI Jawa Timur, hingga perwakilan cabang olahraga.
Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, mengapresiasi peningkatan prestasi daerah. Ia menyebut peringkat Kabupaten Probolinggo di Porprov berhasil naik dari posisi 29 ke 19.
“Prestasi ini patut kita syukuri. Kenaikan peringkat tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pengurus, pelatih, atlet, dan cabang olahraga. Ke depan tentu target kita harus lebih tinggi,” kata Gus Haris.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang. Pemerintah daerah mendorong pola pembinaan melalui program bapak asuh serta dukungan CSR.
“Kita harus mencari solusi. Cabang olahraga bisa didukung melalui konsep bapak asuh, baik dari perusahaan, CSR maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap olahraga,” pungkasnya.
Selain itu, Pemkab juga akan mengembangkan konsep sport tourism dengan mengkolaborasikan event olahraga bersama potensi wisata daerah.
Wakil Ketua III KONI Jawa Timur, RB Zainal Arifin, mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin berat, terutama dengan menurunnya anggaran di tengah bertambahnya jumlah cabang olahraga.
“Anggaran KONI Jawa Timur tahun 2026 hanya sekitar Rp30 miliar, turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp75 miliar. Namun keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat untuk terus berprestasi,” ujarnya.***















