banner 728x90
Nasional

Saat Mata Uang Dunia Menguat, Rupiah Justru Tergelincir ke Rp17.127 per Dolar AS

×

Saat Mata Uang Dunia Menguat, Rupiah Justru Tergelincir ke Rp17.127 per Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi rupiah dan dollar./ Antara

JAKARTA,- Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada penutupan perdagangan, Selasa (14/4/2026). Mata uang Garuda melemah ke level Rp17.127 per dolar AS.

Pelemahan ini tercatat sebesar 22 poin atau turun 0,13 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Tekanan terjadi di tengah pergerakan mata uang global yang cenderung menguat.

Kurs referensi Bank Indonesia, yakni Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), juga menunjukkan posisi rupiah di level Rp17.135 per dolar AS.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang justru bergerak di zona hijau. Yen Jepang, yuan China, hingga won Korea Selatan kompak menguat terhadap dolar AS.

Hal serupa terjadi pada mata uang negara maju. Euro, poundsterling Inggris, hingga franc Swiss tercatat mengalami penguatan pada perdagangan hari ini.

Penguatan juga terlihat pada dolar Australia dan dolar Kanada. Keduanya turut bergerak positif mengikuti tren global.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah terjadi di tengah anomali pergerakan pasar. Pasalnya, rupiah menjadi satu-satunya yang melemah saat mata uang lain menguat.

Menurutnya, kondisi ini mengindikasikan adanya sentimen domestik yang lebih dominan memengaruhi pergerakan rupiah.

“Rupiah ditutup melemah sendirian, saat mata uang regional dan global justru menguat cukup signifikan,” ujarnya.***