banner 728x90
Nasional

Prabowo Salurkan Ribuan Sapi Kurban, Anggaran Sekitar Rp100 Miliar dari APBN

×

Prabowo Salurkan Ribuan Sapi Kurban, Anggaran Sekitar Rp100 Miliar dari APBN

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi sapi kurban Presiden Prabowo Subianto./ Foto: Istimewa

JAKARTA,- Pemerintah kembali menyalurkan bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 Hijriah. Tahun ini, jumlah sapi yang didistribusikan mencapai 1.098 ekor ke seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiontoro menyampaikan, pengadaan sapi tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Program ini masuk dalam skema bantuan kemasyarakatan presiden.

Scrol Kebawah Untuk Baca
banner 728x90
ADVERTORIMENT

“Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden,” ujar Juri dalam konferensi pers di Istana, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Ia menyebutkan, total anggaran yang digelontorkan untuk program ini berkisar Rp100 miliar. Nilai tersebut tidak seragam di setiap daerah karena dipengaruhi bobot sapi dan lokasi pengadaan.

“Harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar,” jelasnya.

Dari total 1.098 ekor sapi, sebanyak 598 ekor dialokasikan untuk pemerintah daerah. Sementara 500 ekor lainnya disalurkan ke pondok pesantren, lembaga pendidikan, lembaga sosial, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Pada tahun ini, dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini, Bapak Presiden berkenan akan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 ekor sapi,” kata Juri.

Distribusi sapi kurban mencakup 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Namun, terdapat sejumlah daerah yang tidak memiliki sapi dengan standar bobot yang ditetapkan.

“Standar bobot sapi presiden adalah 800 kilogram sampai 1,3 ton. Dan setiap daerah akan mendapatkan satu, sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu,” ungkapnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pemerintah melakukan distribusi tambahan dari daerah lain. Beberapa wilayah bahkan menerima lebih dari satu ekor sapi.

“Oleh karena itu, ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah,” imbuh Juri.

Ia menambahkan, sapi yang disalurkan merupakan jenis premium seperti Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Belgian Blue, hingga sapi Bali. Seluruhnya telah memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat Islam.

“Selain itu juga sapi ini sesuai dengan syariat Islam untuk menjadi sapi kurban, umurnya sudah di atas dua tahun dan jantan serta tidak cacat,” terangnya.

Dalam proses pengadaan, pemerintah melibatkan peternak lokal di berbagai daerah. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, hingga Asosiasi Peternak dan Penggemukan Sapi Indonesia (APPSI).

Juri berharap momentum Iduladha dapat meningkatkan produktivitas peternak nasional. Selain itu, program ini juga diharapkan mendorong pengembangan industri peternakan dalam negeri.

“Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat menjadikan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi,” katanya.

Di sisi lain, Presiden juga memberikan arahan khusus terkait penyaluran bantuan tersebut. Ia meminta agar distribusi benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

“Presiden memberikan arahan supaya sapi-sapi yang diberikan untuk menjadi sapi kurban ini juga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah masing-masing,” pungkas Juri.***