banner 728x90
Berita

Pesawat Garuda Rute Jakarta-Makassar Pecah Ban, Begini Kondisinya Saat Mendarat

×

Pesawat Garuda Rute Jakarta-Makassar Pecah Ban, Begini Kondisinya Saat Mendarat

Sebarkan artikel ini
Pesawat Garuda Indonesia GA604 rute Jakarta-Makassar mengalami pecah ban./ Foto: Kemenhub

MAKASSAR,- Pesawat Garuda Indonesia GA604 rute Jakarta-Makassar mengalami pecah ban pada roda utama atau main wheel nomor 3, Kamis (3/9/2026). Pesawat Boeing 737-800 dengan registrasi PK-GFS itu tetap melanjutkan penerbangan setelah kondisi roda diketahui mengalami kerusakan.

Pesawat kemudian mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 09.13 WITA. Pesawat tersebut membawa 141 penumpang dan delapan awak. Seluruh penumpang dan awak mendapatkan penanganan setelah pesawat berhenti.

Informasi mengenai pecah ban pertama kali disampaikan Tower JATSC Bandara Soekarno-Hatta kepada Pilot in Command (PIC) pada pukul 05.52 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, PIC melakukan koordinasi melalui komunikasi Ground to Air (GTA). Pada pukul 06.04 WIB, penerbangan diputuskan tetap dilanjutkan menuju Makassar.

Pihak Bandara Sultan Hasanuddin kemudian melakukan persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan landas pacu terblokir saat proses pendaratan.

Setelah GA604 mendarat di landas pacu 03, runway ditutup sementara melalui NOTAM Nomor A3284/26. Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional dan memudahkan proses pemeriksaan pesawat.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar langsung berkoordinasi dengan tim teknis Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia.

Hasil pemeriksaan awal memastikan terdapat pecah ban pada main wheel nomor 3. Pesawat kemudian ditarik atau towing dari landas pacu menuju parking stand.

Pesawat selanjutnya menjalani pemeriksaan dan perbaikan, termasuk penggantian roda utama yang mengalami kerusakan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengapresiasi respons cepat seluruh pihak dalam menangani insiden tersebut.

Menurut Lukman, koordinasi sejak pesawat masih berada di udara hingga proses penanganan setelah mendarat menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan penerbangan.

“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama. Kami terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap proses pemeriksaan serta penanganan pesawat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Lukman.

Selain menangani pesawat, petugas juga melakukan pemeriksaan dan pembersihan landas pacu di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sultan Hasanuddin.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada Foreign Object Debris (FOD) yang dapat membahayakan penerbangan berikutnya.

Kemenhub memastikan pemeriksaan dan perbaikan pesawat dilakukan sesuai prosedur keselamatan penerbangan.

Koordinasi melibatkan awak pesawat, pengelola bandara, AirNav Indonesia, Garuda Indonesia, serta tim teknis. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional penerbangan.***